Pengertian dan Sejarah Batik, Warisan Nenek Moyang Sejak Zaman Majapahit

Batik, Membatik

Topnes.net – Mengulas sedikit tentang seni budaya batik (membatik) tentunya yang ada di Indonesia. Menurut penulusuran dari sejarah batik di bumi pertiwi merupakan peninggalan nenek moyang (leluhur) bangsa ini yang tidak lepas dari sejarah kerajaan Majapahit.

Sementara sejak penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Dalam sebuah riwayat mencatat jika pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kesenian batik (melukis) di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta raja-rajanya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Pegertian dari Batik sendiri adalah sebuah gambar pola ragam hias atau lukisan ekspresif pada bidang semisal kain yang dibuat dari bahan lilin (malam) dan pewarna (naphtol), dengan menggunakan alat yang dinamakan canting, dengan teknik rekalatar.

Untuk istilah umum  membatik adalah kegiatan mewarnai kain dengan membuat motif tertentu dan diproses melalui pelilinan dengan alat yang disebut canting.

Proses pembuatan Batik dibagi antara lain:

  1. Batik tulis
    Proses membuat batik yang dilakukan dengan cara manual. untuk dizaman saat ini pembuatan batik semacam ini memang sudah tidak banyak lagi dilakukan. Semenjak diciptakannya alat canggih untuk menggambar secara otomatis membuat llangkah membuat batik dengan cara ini.

    b.    Batik cetak
    Batik cetak menggunakan cetakan untuk membuat pola serta gambar yang mana ini merupakan cara yang sedikit lebih modern lagi dibanding batik tulis.

  2. Batik Jumputan
    Batik jumputan dibuat dengan teknik celup ikat. Batik celup ikat perintangnya adalah tali, karet gelang atau rafia sebagai pengikat. Setelah mengikat kain dengan pengikat tertentu misal karet gelang kemudian dicelupkan ke pewarna.
  3. Batik Prada
    Batik prada adalah jenis kain batik yang dilapisi dengan warna emas. Batik prada sangat berkembang di Palembang, Jawa Tengah, dan Bali. Kain prada biasanya dipakai untuk bahan kostum tari dan pakaian adat tradisional.

    2.    Motif Batik
    Ragam hias/motif batik adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan kaidah-kaidah tertentu pada suatu bidang atau ruang, sehingga menghasilkan suatu bentuk yang indah..

Ragam hias batik dapat dibedakan menjadi tiga motif, yakni :

  1. Motif geomitris berupa tumpal, gandi, meander, swastika, dan kawung.
    b.    Motif nongeometris berupa manusia, binatang, dan tumbuhan.
    c.    Motif benda mati berupa awan, air, angin, api, gunung, matahari, dan batu.
  2. Tahap Pembatikan
    Sebelum pola batik diterapkan, kain yang akan dibatik dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Tujuannya untuk melepaskan zat kimia yang menempel pada kain, sehingga kain dapat menyerap warna dengan baik. Kemudian disiapkan kompor dan wajan yang berisi malam. Kain yang akan dibatik harus kering dan permukannya licin. Untuk mempermudah membatik, kain tersebut digantung pada gawangan.
    1.   Membuat pola pada bahan dan desain. Hal ini diambil dengan menggunakan pensil.
    2.   Menggambar / melukis pola dengan menggunakan malam /lilin dan canting – pencedok kecil yang digunakan untuk menerapkan lilin dalam proses-batik itu dibuat dengan mengikuti pola yang diambil dengan pensil pada kedua sisi- kembali ke-belakang.
    3.   “Nyolet” adalah lukisan dengan kuas kanvas atau untuk kebutuhan tertentu warna di area pola gambar. Hal ini dilakukan dengan mengikuti pola yang diambil oleh pensil.
    4.   Menutup bagian motif gambar dengan malam. Hal tersebut untuk menghindari pencampuran warna untuk mewarnai berikutnya / ngerek.
    5.   Memberi warna pada bahan yang tidak tercakup oleh malam / lilin. Hal ini dilakukan dengan penyelaman warna menggunakan warna tertentu/ ngerek.Setelah penyelaman warna kering di bawah sinar matahari tak langsung, dan biarkan kering. Kemudian, ulangi proses sebelumnya.
    6.   “Nglorod” yaitu menghilangkan malam /lilin dari bahan pada wadah dengan air panas, perebusan dalam suhu yang tinggi.

    Terkait akan nilai jual yang ada saat ini, jika dilihat dari proses pembuatan batik tulis lah yang memiliki nilai jual lebih mahal lantaran kerumitan dan skill yang membuat batik yang proses pembuatannya inilah yang menjadi nilai jual yang berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *