Beranda Lifestyle Museum Tsunami Aceh Salah Satu Tempat Wisata Terpopuler di Indonesia

Museum Tsunami Aceh Salah Satu Tempat Wisata Terpopuler di Indonesia

Museum Tsunami Aceh Salah Satu Tempat Wisata Terpopuler di Indonesia
Museum Tsunami Aceh
Topnes.net – Salah satu kemegahan tempat wisata yang dimiliki Indonesia salah satunya adalah Museum Tsunami Aceh. Museum ini dibangun untuk mengenang kenyataan pahit dari bencana alam Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam yang terjadi di Aceh.

Kejadian tersebut memang sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, namun kenangan akan kejadian pilu tetap terasa bagi bangsa Indonesia khususnya warga asal Aceh.

Dibalik kemegahan tentang keberadaan Museum Tsunami Aceh juga tak lepas dari nama Ridwan Kamil, pria yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat itu telah menuangkan buah pikirannya untuk membuat sebuah karya besar dalam pembangunan Museum Tsunami Aceh.

Sebelum menjadi wali kota Bandung, Ridwan Kamil sendiri merupakan seorang dosen jurusan arsitektur di ITB. Ridwan Kamil memenangkan ‘Sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh’ yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pada 17 Agustus 2007. Museum Tsunami Aceh terbuka untuk umum pada 8 Mei 2009.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh Salah Satu Tempat Wisata yang Populer di Indonesia

Komunitas Jejak Langkah Sejarah (Jelajah) telah menobatkan Museum Tsunami Aceh sebagai museum terpopuler di Indonesia. Tingginya jumlah pengunjung ke tempat tersebut membuat Museum Tsunami Aceh menjadi salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi baik peziarah atau wisatawan pada setiap harinya.

Fakta yang ada Didalam Museum Tsunami Aceh

Suasana didalam museum

Museum Tsunami Aceh

Suasana yang ada didalam musemu sendiri juga didesain untuk menggambarkan kejadian suasana mencekam saat tsunami datang.

Di dalam area Museum Tsunami Aceh, para pengunjung akan melewati sebuah lorong gelap dan dingin yang diberi nama Space of Fear. Diiringi suara gemuruh air dan juga percikan air yang akan membuat sebagian tubuh basah. Pelan tapi pasti badan mulai merinding dan terasa mencekam. Maka inilah yang dirasakan para korban bencana tsunami saat tubuh mereka tergulung ombak.

Di lorong sempit ini wisatawan akan diajak merasakan suasana saat tsunami datang. Agar tidak terlalu basah kuyup, maka sebaiknya sebelum masuk wisatawan mengenakan topi atau penutup kepala terlebih dahulu. Keluar dari lorong gelap ini wisatawan akan langsung disajikan foto-foto korban tsunami serta potret saat proses evakuasi berlangsung.

Dana besar untuk membangun museum

Yang pasti untuk membangun museum megah seperti Museum Tsunami Aceh  butuh dana besar yang diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Museum tersebut dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desain yang dimenangkan M Ridwan Kamil, dosen ITB dan berhak atas dana Rp 100 juta. Museum ini sendiri menghabiskan 140 miliar untuk pembangunannya.

Ruang ukiran bertuliskannama korban jiwa saat tsunami

Museum Tsunami Aceh

Pada area museum lainnya yang masih terdapat didalam lokasi Museum Tsunami Aceh juga ada satu ruangan ruang khusus untuk mengenang para korban yang tewas saat bencana tsunami tahun 2004 silam terjadi. Di ruang ini semua nama korban tewas diukir di dinding dan di bagian ujung atas dituliskan lafadz Allah. Ruang ini diberi nama Space of Sorrow atau Sumur Doa. Mungkin ditujukan agar para wisatawan yang datang mau menyempatkan waktu sebentar untuk mengirim doa pada para korban.

Meski terlihat indah namun ruang ini cukup mengerikan. Di mana wisatawan akan diajak membayangkan betapa banyaknya korban yang tewas saat itu.

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa museum ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang akan terjadinya sebuah tragedi besar di Aceh. Namun sebetulnya desain bangunan museum ini memiliki dua makna. Jika dilihat dari atas bangunan ini menggambarkan gelombang laut yang telah menghancurkan Aceh pada tahun 2004 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + twenty =