Beranda Kutipan Kata 100 Kata Kata Bijak Tentang Rasa Kecewa, Kesal, Marah

100 Kata Kata Bijak Tentang Rasa Kecewa, Kesal, Marah

100 Kata Kata Bijak Tentang Rasa Kecewa, Kesal, Marah
Kata Kata Bijak Tentang Rasa Kecewa, Kesal, Marah

Topnes.net – Kumpulan 100 kata Kata Bijak tentang rasa Kecewa, pasti semua orang tidak ingin menerima sesuatu kekecewaan, apalagi ini menyangkut dengan harapan besar yang semula diinginkan. Kendati demikian rasa kecewa bisa saja datanga tanpa kita menyadarinya.

Biasanya orang yang sedang mengalami kekecawaan diawali dengan sebuah kebahagiaan yang pada kenyataannya itu tidak bisa mereka raih pada akhirnya.

Kekecewaan bisa datang dari siapa saja dan oleh siapa saja. Sebuah penghianatan dari pacar, kawan atau sesbuah kegagalan dalam usaha bisa menjadi salah satu penyebab akan sebuah kekecewaan.

Bagaimana rasanya kecewa, kita semua anda dan juga penulis sendiri jelas pasti mengalami yang namanya kecewa. Rasanya memang kesal mau marah, namun kepada siapa kita akan meluapkan ini semua rasa ini?

Dari pada harus marah dan kesal mending kita bisa mencurahkan isi hati kekecewaan ini dalam sebuah kata kata mutiara tentang sakitnya sebuah kekecewaan.

Kata Kata Bijak Tentang Rasa Kecewa, Kesal, Marah

Berikut beberapa kumpulan kata yang sedang menggambarkan bagaimana rasanya jika hati sedang merasa kecewa, kesal dan juga marah.

“Tidak perlu kecewa pada orang yang tidak menghargaimu. Mungkin usahamu terlalu mahal buat dia Pahami.”

“Yang ingin saya lakukan sekarang adalah menjerit dan menangis dan membiarkan semuanya keluar, karena jika tidak, itu membunuhku dari dalam.”

“Suka bisa menjadi duka, kekaguman jadi kekecewaan. Tetapi cinta tetap menjadi cinta seberapapun duka dan kekecewaan yang dirasa.”

“Jangan biarkan kekecewaan menghancurkan harapan. Sesungguhnya, Tuhan menyukai hambanya yang berdoa dalam harapan, meski pernah dikecewakan.”

“Sekarang hatiku ibarat cermin yang jatuh di bebatuan, hancur dan berserakan setelah aku tahu kamu telah bersanding dengan orang lain di belakangku.”

“Di tepi pantai, kuingat senyummu. Di puncak gunung, kuingat suaramu. Di tengah keramaian perkotaan, kuingat kenangan bersamamu. Tak peduli kemanapun aku pergi, rasanya bayangmu terus menghantuiku.”

“Biarlah hari ini aku menderita kekecewaan, mungkin Tuhan telah menyiapkan kebahagiaan di hari esok yang lebih cerah.”

“Rasa sakit dan kecewa ini mengajariku tentang arti kedewasaan, berhati – hati dan menjadi untuk lebih baik lagi.”

“Jangan mengharap balasan atau penghargaan dari orang lain atas setiap kebaikan yang kau lakukan, karena itu hanya akan menghasilkan kekecewaan.”

“Semoga ini menjadi kebohongan terakhirmu untukku, aku mungkin memaafkan tapi aku tidak akan lupa apalagi menghapus kecewa.”

“Jangan terlalu berharap jika kamu nggak ingin kecewa. Terkadang mereka yang pernah sangat peduli bisa berubah dalam sekejap.”

“Karena orang yang menyayangimu tidak mungkin membuat kamu kecewa, menangis, sedih, apalagi sampai menyakitimu.”

“Ketika kamu kecewa, meski cukup dewasa tuk memberi maaf padanya, kamu juga harus cukup pintar tuk tak kembali mempercayainya.”

“Seperti yang awalnya berjalan beralaskan kaca, lalu berjalan diatas paku, selangkah demi selangkah sangatlah terasa pedih, mendadak kelu saat kau sebut namanya di depan mukaku. Dan sungguh amat sangat pedih mengingat kisah kita. Kisah yang terlalu rumit, sayang untuk dilupa namun sangat sayang untuk dihapus.”

“Sejatinya aku lebih suka memandangmu yang bersikap dingin dari pada harus memandangmu yang terluka dan sakit hati saat kita bertemu meski tanpa disengaja. Jujur…dahulu saat mengenal dirimu terasa begitu mudah, semudah air yang mengalir ikuti arusnya. Namun kini saat kisah kita telah usai, melupakanmu adalah hal yang sangat sulit bagiku.”

“Kecewa ketika seseorang mendustaimu, tapi lebih kecewa ketika menyadari bahwa kamu tak mungkin bisa mempercayainya lagi.”

“Harapan adalah hal yang penting dalam hidup. Jika kamu percaya padanya, meski kamu pernah kecewa, dia pasti akan datang akhirnya.”

“Jangan berjanji jika tak bisa menepati. Janji yang diingkari akan membuat kecewa. Jika hati ikut terluka, tak akan ada lagi tawa.”

“Kecewa punya cara sendiri tuk buatmu ingin melepaskan, tapi kebodohan selalu temukan cara tuk buatmu terus bertahan.”

“KIni aku hanya dapat terpaku memandangmu tanpa bisa meemlukmu lagi, dank au masih mampu berlari dengan menebar senyum. Di tempat ini, taman bunga ini dan seluruh yang ada di sini merupakan saksi bahwa aku dank au pernah sedekat itu. Namun sekarang aku sadar, jika dirimu bukanlah untukku lagi.”

“Hanya kekecewaan yang akan kamu dapatkan ketika kamu menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Buatlah kebahagiaanmu sendiri!”

“Terima saja kenyataan bahwa memang ada beberapa orang yang diciptakan untuk sekedar datang dan tak pernah tinggal lama, termasuk dia.”

“Ada kalanya aku bahagia karena telah mengenalmu dan berbagi cerita bersamamu. Namun tak jarang aku menyesal karena terlalu berlebihan mencintaimu.”

“Kamu dapat menutup matamu dari suatu hal yang mungkin tidak bisa kamu lihat. Namun, kamu tidak bisa menutup hatimu dari suatu hal yang tidak ingin kau rasakan.”

“Sebenarnya aku bukan ingin melarikan diri darimu. Aku berusaha menjauh secara perlahan dan itu ternyata membunuhku. Dan kamu tak cukup peduli untuk berusaha menghentikanku.”

“Aku sebenarnya berada di sisimu. Saying sekali kamu tidak mengetahui akan hal itu, karena nampaknya hatimu masih buta.”

“Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan. “Bersabarlah, Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu.”

“Lebih mudah untuk memaafkan seorang musuh, daripada seorang teman.”

“Tidak ada yang berkata kau tidak boleh menangis, terluka, dan kecewa. Kekecewaan, luka, dan air mata-lah yang membuatmu lebih kuat.”

“Jangan takut sakit dan kecewa karena itu adalah sebuah pelajaran tentang kehidupan dan membuat kita mnjadi diri yang lebih baik lagi.”

“Kalau tidak ada gagal mana ada berhasil, kecewa itu wajar”

“Setiap tetes air amta ibu adalah doa. Buatlah beliau menangis terharu karena Bahagia. Bukan dari Rasa kecewa.”

“Orang yang hidup penuh dengan rasa syukur jarang merasa kecewa apalagi putus asa.”

“Kau bisa menutup matamu dari hal-hal yang tidak ingin kau lihat. Tapi kau tak bisa menutup hatimu dari hal-hal yang tak ingin kaurasakan.”

“Aku bukannya kabur darimu. Aku menjauh perlahan, dan itu membunuhku. Karena kau tak cukup peduli untuk menghentikanku.”

“Sementara kau berlari sambil melepas senyum, disini aku bergeming tak sanggup merengkuhmu yang sudah berlari menjauh.”

“Aku harus belajar dari permainan catur, dimana ketika salah gerakan satu saja, itu akan berakibat fatal yaitu bisa kehilangan ratu.”

“Aku merupakan musuh bagi diriku sendiri, bahkan itu yang terbesar. Sebab aku juga yang menjadi penyebab semua kekecewaanku.”

“Rasanya memang menyedihan ketika melihat diri sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi semuanya ternyata belum cukup.”

“Ketidakpuasanku terhadap apa yang ku inginkan membuatku semakin kecewa. Nampaknya aku tidak harus ambisus berlebihan untuk mengurangi kekecewaan ini.”

“Akulah penyebab semua kekecewaanku. Aku adalah musuh terbesarku sendiri.”

“Aku berpikir untuk menusuk wajahku sendiri. Tidak sungguh-sungguh sih, tapi aku merasa itu bisa menggambarkan apa yang sedang kurasakan.”

“Untuk pertama kalinya aku mulai merasakan penyesalan. Perasaan di mana aku berada di antara kasihan pada diri sendiri dan membenci diriku sendiri, tentang seluruh hidupku.”

“Mengapa aku merasa sangat hampa tanpa ada alasan apa pun.”

“Dan sekarang cuma tinggal kenangan yang nggak bisa diubah.”

“Jangan terlalu berharap jika kamu tak ingin kecewa. Terkadang mereka yang pernah sangat peduli bisa berubah dalam sekejap saja.“

“jika semua yg kamu rencanakan terwujud, maka kamu tak akan pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan“

“Dulu kamu seperti batu, yang mudah aku pegang, tapi kenapa sekarang kamu seperti air, yang sulit aku genggam.”

“Kehilanganmu buat luka hatiku, tapi dengan kehadiranmu membuat lukaku tambah parah.”

“Kamu tahu nggak, aku di sini selalu sayang sama kamu walaupun kamunya lebih sayang sama dia.”

“Kepercayaan itu seperti kaca. Saat rusak, kau bisa memperbaikinya. Tapi kau masih bisa melihat retakannya.”

“Jika kau meninggalkan seseorang demi orang lain, jangan kaget jika orang itu meninggalkanmu demi orang lain. ”

“Anak-anak lebih membutuhkan contoh dibandingkan kritik.”

“Anak juga seorang pribadi yang merdeka, jangan paksakan kepada kehendak mereka hanya untuk kebahagiaan orangtua.”

“Kepergian seseorang memang sangat menyakitkan, namun hal itu akan selalu menjadi pelajaran untuk selanjutnya.”

“Setelah sikap acuh dan pergimu yang tidak bisa aku tahan, kini bentangan takdir mana lagi yang harus aku hadapi.”

“Ketika kamu merasa lelah & kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan“

“Ingin rasanya bilang aku rindu kamu. Tapi ah apalah diri ini? Hanya lembaran kertas usang masa lalumu.”

“Terkadang, meski hidup memberimu 100 alasan tuk bersedih atau 100 alasan tuk kecewa, kamu hanya butuh 1 orang yang membuatmu tertawa.”

“Berhenti membandingkan diri dng org lain? Jika mereka lebih baik, km kecewa. Jika km lebih baik, lalu kenapa?”

“Dalam hidup, jika kamu mampu belajar tuk lebih menerima daripada terlalu berharap, kamu akan memiliki lebih sedikit kekecewaan.”

“Apa lagi hal yang bisa aku banggakan, jika kepergiaknu tak kau lepas dengan jabatan tangan, sebelum kau berniat untuk mengikat, belum juga melihat pemandangan manusianya ilmu lo logika.”

“Kini ku sadar bahwa mencintaimu tidak terlalu penting. Sebab kelak aku akan menjadi orang yang kau relakan, yakinlah ini bukanla puisi tak bermakna, kekasih, karena hanya saja kau yang tak bisa untuk membaca tiap syair cantiknya.”

“Aku akan tetap di sini untuk bersedih sebentar saja. Jadi,kalian tidak perlu mengkhawatirkanku. Pergi dan bersenang-senanglah.

“Hidup ini tidak terlalu menyedihkan hingga kamu sampai pada pikiran bahwa ada banyak hal yang sudah berubah. Hal itu mungkin tidak bisa kamu miliki karena kesalahanmu sendiri.”

“Jika aku harus mengalami kekecewaan dan semakin cepat aku mengetahuinya, maka semakin banyak perjalanan hidup yang harus ku tinggalkan. Demikian, secara tidak langsung aku merupakan orang yang merugi.”

“Bukannya aku membenci posisi dan kondisiku di dunia ini. Aku hanya tidak bisa berhenti untuk berpikir kalau aku membenci diriku sendiri.”

“Menangis merupakan ungkapan ketika bibir tidak mengungkapkan kata -kata lagi dan sedangkan hati sudah tidak sanggup untuk menahannya.“

“Aku benci dimana aku harus memulai semua pembicaraan dengan kamu dan disitulah aku merasa sudah tidak dibutuhkan lagi.“

“Bukannya aku membenci posisi dan kondisiku di dunia ini. Aku hanya tidak bisa berhenti untuk berpikir kalau aku membenci diriku sendiri.”

“Ada yang tetap berusaha meskipun sudah tau hasilnya.”

“Kekecewaan adalah semacam kebangkrutan; kebangkrutan dari sebuah jiwa yang bertaruh terlalu banyak pada keyakinan dan harapan.”

“Semua sudah berakhir sampai di sini. Aku ucapkan terimakasih atas kenangan indah dan buruk yang telah kau hadirkan dalam hidupku.”

“Aku akan menjadi cerminmu. Apa yang kamu perbuat juga akan ku perbuat, sama halnya jika kamu sudah mengecewakanku, maka aku juga akan begitu.”

“Perkataan mungkin sudah tak berarti lagi bagimu. Aku akui itu salahku dan tetap saja kesalahanmu juga. Akupun kini tidak punya hak untuk tau semua tentangmu.”

“Luka pada tubuh akibat tikaman itu mudah sembuh. Sementara luka hati itu tidak mudah sembuh meskipun tidak Nampak namun bertahan seumur hidup.”

“Jalan terakhir yang harus ku tempuh agar kita bisa mengerti betapa berartinya seseorang dalam kehidupan kita adalah Kehilangan.”

“Kepergian seseorang memang sangat menyakitkan, namun hal itu akan selalu menjadi pelajaran untuk selanjutnya.”

“Setelah sikap acuh dan pergimu yang tidak bisa aku tahan, kini bentangan takdir mana lagi yang harus aku hadapi.”

“Ingin rasanya bilang aku rindu kamu. Tapi ah apalah diri ini? Hanya lembaran kertas usang masa lalumu.”

“Menurutmu ini merupakan kesalahan. Namun sebenarnya yang sangat kejam adalah jika menurutmu kesalahan itu milikku, sebab telah mempercayaimu.”

“Aku benci ketika kamu hanya memikirkan pendapatmu sendiri dan lupa untuk mempertimbangkan pendapat yang aku ajukan.“

“Mungkin didepan semua orang aku bisa tertawa dan tersenyum terlihat bahagia, namun sebenarnya dalam hati menangis.“

“Ketika aku sedang kecewa, aku hanya ingin bercermin dan melihat seseorang yang pantas. Namun, ternyata aku salah karena aku tak bisa melihat siapapun di sana.”

“Jalan terakhir yang harus ku tempuh agar kita bisa mengerti betapa berartinya seseorang dalam kehidupan kita adalah Kehilangan.”

“Teruntuk masa lalu, berhentilah menepuk punggungku. Aku tidak ingin melihat ke belakang.”

“Sebenarnya aku tidak ingin peduli tentang apapun atau siapapun. Jika aku terlalu peduli, semua akan menjadi lebih buruk. Pasti ada suatu hal yang lain yang harus aku khawatirkan. Jadi, aku tidak akan merasa terlalu sakit jika aku tak terlalu peduli.”

“Ternyata tidak semua yang aku harapkan menjadi kenyataan. Tapi aku percaya kalau Tuhan sudah punya rencana lebih baik dari apa yang aku inginkan.”

“Kini aku mengetahui kalau orang yang banyak berbicara akan kesedihan merupakan orang yang sedang merasakan sakit. Namun, diamlah tanda orang yang lebih tersakiti.”

“Mereka yang memaki cinta, sesungguhnya mereka sangat menginginkan cinta. Hanya karena pernah kecewa, bukan berarti tak bisa bahagia.”

“Kadang orang yang terlalu kita percaya adalah orang yang selalu membuat kita kecewa.”

“Jangan terlalu tergantung pada seseorang, karena akan membuatmu terlalu berharap padanya.”

“Mengatakan kepada seseorang kalau sedang tersakiti itu lebih sulit daripada marah kepada seseorang.”

“Mungkin orang banyak yang bertanya kenapa aku sangat sulit untuk mempercayai mereka. Kemudian akupun ingin bertanya balik kenapa mereka sangat sulit menepati janjinya.”

“Dalam hidup pasti ada kecewanya. Kecewa boleh saja, tapi jangan lama-lama. Selain buang-buang waktu, dia tidak akan ngerubah apa-apa.”

“Mengenalmu semudah bernafas, sementara melupakanmu adalah hal tersulit bagiku, sesulit ketika aku harus menggapai bintang.”

“Jika kemarin kamu kecewa, dan hari ini tak lebih baik juga. Ingat, selalu ada hari esok yang berimu kesempatan kedua. Jangan putus asa.”

“Ketika kamu kecewa, luangkan waktu untuk bersyukur, karena dalam hidupmu masih banyak hal yang berjalan sebagaimana mestinya.”

“Kedewasaan tak datang begitu saja. Kedewasaan akan cepat tumbuh saat ada luka dan kecewa.”

“Aku sudah menyesali waktu saat aku memilih pada sisi yang gelap. Aku sadar jika aku sudah membuang banyak moment untuk tidak bahagia.”

“Sesekali aku pernah merasa kehilangan, bahkan ketika aku tidak melakukan apa-apa. Mungkin itulah yang dinamakan kecewa. Merasa kehilangan atas sesuatu yang tidak pernah aku miliki.”

Teruntuk bagi anda yang pernah merasakan sakitnya dikecewakan oleh orang lain maka janganlah pernah untuk membuat orang lain merasakan hal yang sama karena apapun yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 2 =