Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Episode 3-4 Part 1 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 3-4 Part 1 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams
Topnes.net Sinopsis Drama Korea Different Dreams, cerita serial drama Korea Different Dreams Episode 3-4 part 1, Won Bong dan para aktivis lainnya mengadakan perkumpulan pada sebuah gedung yang sudah tidak terpakai.

Won Bong menajak tos kepada beberapa orang pada perkumpulan itu dengan mengangkat gelas kearah mereka.

Won Bong lalu menyebutkan Deklarasi Revolusi Joseon oleh Shin Chae Ho dengan lantang.

Niat Won Bong ing jadikan Joseon tempat yang bebas penindasan, tempat yang masyarakatnya tidak saling memanfaatkan dan mengubahnya menjadi negara yang ideal.

Ada Heok juga disana dan si tukang daging, Yoon Se Joo.

Lalu, Won Bong membentangkan sehelai kain panjang berwarna putih dan mereka mulai menuliskan nama mereka masing2 di atas kain itu.

Setelah itu, mereka semua tersenyum. Won Bong terlihat merangkul Nam Ok dan Heok.

Ditempat lain Young Jin tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.

Ia terbangun setelah teringat bagaimana orang tuanya tewas dibunuh tentara Jepang.

Young Jin kecil yang ketakutan, ditemukan oleh Hiroshi. Hiroshi menggenggam tangan Young Jin dan mengadopsi Young Jin.

Fukuda ada di lokasi penembakan Esther. Ia membayangkan, bagaimana kejadian itu terjadi.

Daiki datang.

Daiki menanyakan kepada Fukuda apa dia seorang jaksa?

Fukuda menjawab bahwa dirinya dari Polisi Rahasia. Ia mengatakan jika mendengar ada satu dokter lain saat kejadian itu.

Dokter itu bekerja di sini. Dia dibius di kamarnya jawab Daiki.

Pada selanjutnya Young Jin sedang berjalan meninggalkan rumah sakit. Para perawat tanya, apa dia baik2 saja. Young Jin berkata, kalau ia baik2 saja.

Tapi sampai diluar, ia malah bertemu Matsuura yang berniat menangkapnya atas tuduhan pembunuhan Nagumo.

Young Jin tanya, apa salahnya.

Matsuura : Kami menemukan bukti di penginapan tempat Kim Esther menginap. Bukti bahwa Anda mengetahui rencana pembunuhan itu.

Young Jin : Aku tidak ada kaitannya dengan masalah ini.

Matsuura : Kita lihat saja Anda terlibat atau tidak.

Fukuda datang bersama Daiki. Daiki membisikkan pada Matsuura siapa Fukuda.

Fukuda pun lantas memperkenalkan dirinya pada Young Jin. Fukuda : Aku ingin menginterogasi Anda.

Matsuura : Tentu saja. Sudah seharusnya.

Fukuda : Aku tidak bertanya padamu.

Fukuda lalu bicara lagi pada Young Jin.

“Ini tentang rencana pembunuhan Mayor Jenderal Nagumo. Ini kasus serius.”

Matsuura kesal. Ia memegang lengan Fukuda.

“Aku tahu ini kasus yang serius. Semua ada urutannya. Kau tidak bisa menyelak seperti ini, Jaksa.”

“Lepaskan lenganku.”

“Begini kesepakatannya. Kami punya bukti tidak langsung yang kuat, jadi, aku akan mengirimnya ke kejaksaan dalam 48 jam. Namun, selama 48 jam, aku akan menangani tersangka.”

Matsuura lalu menyuruh anak buahnya memborgol dan membawa Young Jin.

Won Bong melihat Young Jin dibawa pergi.

Setelah Young Jin pergi, ia melihat Fukuda beranjak pergi.

Di lingkungannya, Nam Ok memperhatikan gisaeng yang mengantarkan pria mabuk keluar dari rumah bordil.

Setelah itu, Nam Ok menyapa gisaeng itu. Gisaeng itu awalnya tersenyum pada Nam Ok, tapi kemudian ia memasang wajah kesal dan pergi meninggalkan Nam Ok.

Se Joo tertawa melihatnya. Se Joo lantas keluar dari rumahnya dan duduk disamping Nam Ok. Se Joo tanya, kenapa Nam Ok tidak menikah saja dan berumah tangga.

Nam Ok pun berkata, kakaknya masih lajang jadi ia tidak bisa menikah sebelum kakaknya menikah.

Se Joo : Dia memang lahir lebih dahulu, tapi kau tidak bisa menyuruhnya menikah dan mati lebih dahulu.

Nam Ok : Mengurus diriku sendiri saja sudah cukup sulit.

Fukuda bicara dengan Oda, Gubernur Joseon. Oda berkata, ia dan Hiroshi sudah saling mengenal lebih dari 30 tahun.

Fukuda meminta Oda menyelidiki Young Jin. Ia berkata, Young Jin satu kampus dengan Esther dan berteman dekat hingga kini.

Oda : Aku tidak bisa memeriksa anak angkat temanku atas dasar curiga. Itu bisa mengancam posisiku. Dan Hiroshi sedang menuju kemari sekarang.

Fukuda : Aku mengerti maksud Anda.

Fukuda pamit, tapi Oda menahannya. Oda bilang, bahwa dia tidak melarang Fukuda memeriksa Young Jin dan jika Fukuda memiliki bukti kuat, ia akan terhindar dari rasa malu.

Matsuura menginterogasi Young Jin. Ia tanya, kapan Young Jin mengetahui tentang rencana pembunuhan itu.

Young Jin : Aku tidak tahu.

Matsuura : Kau tahu dia merencanakannya, tapi tidak tahu kapan terjadinya?

Young Jin : Berhentilah main-main denganku. Apa kau tahu siapa aku?

Matsuura : Aku tahu benar. Putri angkat Wakil Direktur Hiroshi. Jadi, seperti apa sifat aslimu? Kau ingin menusuk ayah angkatmu dari belakang?

Young Jin : Aku minta pengacara.

Matsuura : Yang benar saja. Ini Polisi Rahasia, dan kau tersangka politik.

Young Jin : Aku tidak begitu bodoh atau gegabah mempertaruhka karierku sebagai dokter.

Matsuura lantas bangkit dari duduknya. Ia berdiri disamping Young Jin dan menunjukkan sesuatu, seperti foto.

Matsuura : Mereka semua dokter. Yoo Tae Joon dan Kim Esther. Dan Lee Young Jin. Satu mengumpulkan dana dan mengirimkan senjata. Satu lagi mencoba membunuh kepala polisi militer Jepang. Dan aku penasaran apa peranmu. Jika kau berpikir ayah angkatmu punya koneksi, lupakan saja. Jika ternyata dia mengabaikan anak angkatnya, bekerja sama dalam gerakan kemerdekaan, kepalanya akan dipenggal.

Young Jin melihat foto dirinya, bersama Esther dan Tae Joon.

Young Jin kemudian meremas foto itu.

Oda berkata, akan lebih baik jika Hiroshi bisa mengendalikan Young Jin. Oda juga menegaskan bahwa Young Jin bukan putri kandung Hiroshi.

Melihat itu Hiroshi menatap Oda dengan tatapan kesal.

Hiroshi : Young Jin tidak bersalah. Aku tidak mendidiknya seperti itu. Revolusi dan pertempuran? Begitulah perbuatan rakyat negara bobrok yang sudah kehilangan segalanya. Itu seperti upaya terpaksa. Untuk apa Young Jin melakukan hal seperti itu?

Oda : Benar. Aku mengerti. Dia baru saja ditangkap oknum Biro Kepolisian yang kotor. Aku sudah bilang ini perselisihan faksi. Tujuan Biro Kepolisian yaitu merusak citra polisi militer. Kau target mereka, bukan Young Jin. Kau lah targetnya. Hiroshi, kita teman. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Jika kau terus berusaha melindungi gadis Joseon, kariermu mungkin akan terancam.

Pembicaraan mereka terputus karena Fukuda datang.

Oda memperkenalkan Hiroshi pada Fukuda.

Tapi Hiroshi langsung bangkit dan pamit.

Setelah Hiroshi pergi, Oda menyuruh Fukuda ke kantor polisi Jongno.

Oda : Pergilah ke sana dan interogasi dia tanpa membawanya.

Fukuda : Anda akan baik-baik saja?

Oda : Apa maksudmu?

Fukuda : Jika ternyata dia pelakunya, terlepas dari hubungan Anda dengan Jenderal Hiroshi, Lee Young Jin akan ditangkap dan didakwa.

Oda : Inilah yang aku sukai darimu. Kau membedakan masalah publik dan pribadi.

Matsuura menginterogasi Heok. Heok sekarang berada di ruang interogasi Kepolisian Jongno.

Matsuura : Kau hanya tahu dokter itu mata-mata Kim Gu dan dia datang ke Gyeongseong untuk membunuh Nagumo?

Heok : Ya. Hanya itu yang aku tahu.

Matsuura : Apa hubungannya dengan Korps Pahlawan?

Heok : Dia tidak ada hubungannya dengan Korps Pahlawan. Pemerintahan Sementara bermusuhan dengan Korps Pahlawan.

Matsuura lalu menanyakan Young Jin. Ia yakin, Young Jin juga komplotan mereka.

Heok tanya, apa Matsuura punya bukti.

Matsuura : Sepertinya begitu. Itu buktinya.

Matsuura kemudian tanya, apa Heok masih berminat ke Jepang? Ia janji, akan membantu Heok jika Heok menandatangani sebuah laporan untuknya. Ia menyuruh Heok memilih. Matsuura lalu pergi meninggalkan Heok.

Fukuda menemui Young Jin. Ia memberitahu Young Jin, kalau tadi ia bertemu dengan Hiroshi.

Young Jin tanya keadaan ayahnya dengan kepala menunduk.

Fukuda : Dia sangat cemas.

Young Jin lalu mengangkat kepalanya dan menatap Fukuda dengan wajah sedikit angkuh.

Young Jin : Jadi, kau jaksa? Aku sudah memberi tahu polisi. Jika kau ingin mengajukan pertanyaan serupa, lebih baik keluar.

Fukuda tertawa. Young Jin tanya, apa yang lucu.

Fukuda : Maafkan aku. Kau terlihat agak angkuh. Orang-orang ketakutan di sini.

Young Jin : Aku tidak bersalah, jadi, tidak ada yang aku takutkan.

Fukuda : Kau benar.

Fukuda lalu melihat foto di genggaman Young Jin. Ia tanya, apa itu. Tidak bolehkah ia melihatnya. Young Jin langsung menatap Fukuda kesal.

Kenta kesal.

“Polisi militer sialan. Mereka mengklaim Biro Kepolisian tidak kompeten untuk mencegahnya. Mereka tidak mati, tapi berpikiran mereka hampir terbunuh. Mereka mencoba membesar-besarkan masalah itu untuk merebut kekuasaan polisi.”

Kenta lalu masuk ke ruangannya. Matsuura mengikutinya.

Matsuura berkata, bahwa ia tidak akan diam saja. Ia berkata, ada seorang dokter wanita yang selamat di tempat kejadian. Anggota Korps Pahlawan yang membelot bilang seorang dokter wanita dari Joseon merencanakan pembunuhan itu tapi tidak tahu nama dan wajahnya.

Selanjutnya di Sinopsis Different Dreams Episode 3-4 Part 2, Drama Korea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − 13 =