Beranda Kesehatan Ternyata Kesepian Juga Bisa Menyebabkan Kematian Dini

Ternyata Kesepian Juga Bisa Menyebabkan Kematian Dini

Ternyata Kesepian Juga Bisa Menyebabkan Kematian Dini
Topnes.net – Seseorang yang kesepian nyatanya bukan hanya dirinya sendiri tanpa teman, melainkan juga memiliki dampak serta resiko yang membahayakan hloo sobat Topnes.
Kesepian jika sering terjadi akan lebih mudah mengganggu psikologis seseorang dan bisa menimbulkan penyakit kardiovaskular dan berimbas pada kematian pada usia muda.

Pada sebuah penelitian di Dublin, menyebutkan kesepian bisa menjadi penyebab kuat kematian dini. Tim peneliti Denmark menemukan bahwa kesepian terkait erat dengan risiko kematian. Dan ini terjadi dua kali pada wanita dan hampir dua kali lipat pada pria.

Penulis utama Anne Vinggaard Christensen, mahasiswa PhD di Copenhagen University Hospital di Denmark, mengatakan jika jumlah kesepian pada seseorang kini jauh lebih meningkat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial terkait dengan penyakit jantung koroner dan stroke, tetapi ini belum diteliti pada pasien dengan berbagai jenis penyakit kardiovaskular,” ujarnya seperti yang dilansir dari independent.co.uk.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang yang merasa kesepian, tiga kali lebih melaporkan gejala kecemasan dan depresi, ini berlaku untuk lelaki dan perempuan. Mereka juga dilaporkan memiliki kualitas hidup yang jauh lebih rendah.

Studi ini dipresentasikan di EuroHeart 2018, konferensi keperawatan tahunan European Society of Cardiology, yang melibatkan data dari 13.463 pasien yang menderita penyakit jantung iskemik, aritmia (irama jantung abnormal), gagal jantung atau penyakit katup jantung.

Kualitas jaringan sosial mereka dinilai melalui menghubungkan data dari register nasional dengan hasil dari survei DenHeart, yang diberikan kepada semua pasien yang dipulangkan dari lima pusat jantung di Denmark antara April 2013 dan April 2014.

Dalam survei, pasien diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai kesehatan fisik dan mental mereka, selain menyebutkan tingkat dukungan sosial mereka.

Ukuran kesepian diperiksa melalui dua pertanyaan, yakni “Apakah Anda memiliki seseorang untuk diajak bicara ketika Anda membutuhkannya?” dan “Apakah Anda merasa sendirian meskipun kadang-kadang Anda ingin bersama seseorang?”.

Vinggaard Christensen menambahkan bahwa sangat penting untuk mengumpulkan data tentang pasien yang tinggal sendiri dan mereka yang tidak hidup sendiri, tidak selalu mengarah pada kesepian. Juga, tidak hidup dengan orang lain tentu mengimunisasi Anda dari isolasi sosial.

Menurut Vinggaard, kesepian adalah prediktor kuat kematian dini, kesehatan mental yang lebih buruk, dan kualitas hidup yang lebih rendah pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, dan prediktor yang jauh lebih kuat daripada hidup sendiri, pada lelaki dan perempuan.

“Kini kita hidup di mana banyak orang yang merasa kesepian. Untuk itu, penyedia kesehatan harus mempertimbangkan hal ini karena memiliki risiko. Studi kami menunjukkan bahwa mengajukan dua pertanyaan tentang dukungan sosial memberikan banyak informasi tentang kemungkinan hasil kesehatan terburuk,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × one =