Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net – Sinopsis Different Dreams Episode 17-16 film Drama Korea, Pada episode sebelumnya, banyak yang curiga kepada Miki tentang kematian Pangeran Noda.

Young Jin mengatakan kepada Miki bahwa para pejabat di Kantor Gubernur Joseon. Polisi dan jaksa penuntut mencurigainya, karena diduga telah membunuh Pangeran Noda.

Lanjutan Sinopsis Different Dreams Episode 17-18

Different Dreams

Berada diruangan rahasia, Won Bong menuliskan surat. Won Bong lantas menyebarkan surat itu ke jalanan.

Apakah semua orang Jepang dan Joseon membaca surat itu. Oda, Fukuda dan gubernur juga membacanya.

Oda dan gubernur marah.

Di dalam mobil, Matsuura bertanya apakah Fukuda telah menutup file Pangeran Noda.

Baca juga: Sinopsis Different Dreams Episode 15-16 Drama Korea

Fukuda dan Matsuura sudah berada di kamar Oda, serta Kenta.

Kenta berdiri dan mengundang Matsuura untuk berbicara secara pribadi. Oda meminta pendapat Fukuda.

Kenta pergi dengan Matsuura.

Sementara Won Bong dkk sedang rapat, membahas rencana mereka.

Ditempat lain Young Jin sibuk di ruang operasi, mengurus seorang pasien pria bernama Yoshino yang tidak sadarkan diri.

Suster melaporkan, tidak terdapat keretakan menurut hasil rontgen. Pendarahan serta pembengkakan juga tidak terdeteksi di kepala.

Young Jin berusaha membangunkan Yoshino, tapi Yoshino tidak kunjung bangun.

Fukuda beranjak ke RSU Pemerintah. Ia menuju ke ruangan Ishida.

Bersamaan dengan itu, Young Jin keluar dari ruang bedah. Ia menemui dua rekan Yoshino yang menunggu diluar.

Fukuda menanyai Ishida. Ishida bilang, percuma saja karena mereka hanyalah bidak dalam papan catur.

Ishida pun ingat kata-kata Hiroshi saat ia menanyai Hiroshi soal kasus pembunuhan direktur RS.

Won Bong dan Young Jin bertemu di tepi danau. Young Jin tiba-tiba teringat cerita Miki hari itu.

Young Jin mengingat jawaban Tae Joon saat ia tanya kenapa Tae Joon memilih jalan berliku.

Young Jin lantas mengangguk, memberitahu Won Bong kalau ia sudah menemukan jawabannya.

Young Jin tersenyum. Won Bong lalu menepuk punggung Young Jin. Setelah itu, Won Bong beranjak pergi.

Young Jin menatap buku yang diberikan Won Bong. Buku tentang ‘Bluebird’.

Lalu, Young Jin tersenyum menatap kepergian Won Bong.

Miki ke klub. Disana, ada Nyonya Yoo dan ketiga temannya.

Won Bong dkk kembali rapat. Kali ini mereka membahas soal bom yang akan mereka pakai untuk meledakkan kantor gubernur.

Semua terdiam.

Tak lama kemudian, Seung Jin mengangkat tangannya.

Won Bong melirik Seung Jin. Won Bong lalu melirik semua rekannya.

Setelah itu, ia kembali menatap bom itu.

Rekan-rekan Won Bong berkumpul diluar.

Se Joo tanya, apa mereka sungguh akan melakukan itu?

Dikala sedang dalam pembicaraan berlangsung Won Bong memasang wajah serius.

Seung Jin terdiam.

Malam harinya, Young Jin masuk ke kamar pasiennya.

Tiga pasien sudah tertidur lelap. Satu diantaranya adalah Yoshino.

Young Jin memeriksa tas Yoshino dan mengambil tanda pengenal Yoshino.

Hiroshi mulai curiga pada Young Jin.

Ia ingat kata-kata Oda tentang Young Jin yang berteman denga Tae Joon dan Esther.

Lalu ia ingat kata-kata Maru kalau Young Jin bertemu dengan Pangeran Noda sebelum Pangeran Noda tewas.

Terakhir, ia ingat pertanyaan Oda padanya. Oda bertanya, apa ia yakin Pangeran Noda meninggal bukan karena dibunuh.

Paginya, Won Bong berdiri di jembatan, memperhatikan anak2 yang tengah asyik bermain salju.

Tak lama, Young Jin datang.

Young Jin lalu membuka tasnya dan mengambil tanda pengenal Yoshino.

Won Bong menatap Young Jin. Young Jin tersenyum.

Young Jin lalu turun ke bawah dan bermain salju dengan anak-anak.

Won Bong tersenyum melihat Young Jin.

Won Bong lalu mendekati Young Jin.

Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Young Jin.

Young Jin menyambut tangan Won Bong.

Nam Ok memeriksa kabel Kota Joseon.

Jin Soo menunggu di depan kantor gubernur.

Seung Jin juga tengah mengerjakan sesuatu.

Dan Nam Ok membuatkan tanda pengenal untuk Won Bong dengan meniru tanda pengenal Yoshino.

Majar menyiapkan bomnya.

Young Jin terkejut membaca surat peringatan Won Bong untuk para pejabat dan pegawai Kantor Gubernur Joseon.

Ya, Young Jin sekarang tahu gaes apa yang akan dilakukan Won Bong.

Young Jin membaca surat peringatan yang ditulis Won Bong.

Ternyata Fukuda lah yang menunjukkan surat itu ke Young Jin.

Fukuda bilang, surat itu berserakan di seluruh kantor pemerintahan.

Fukuda menatap curiga ke Young Jin.

Ditatap seperti itu, membuat Young Jin bertanya ada apa.

Suatu pagi, Nam Ok memulai tugasnya. Ia memakai seragam petugas PLN dan memutus kabel di area kantor gubernur.

Akibatnya listik di kantor gubernur mati seketika.

Petugas di kantor gubernur pun langsung menghubungi perusahaan listrik Yoshino sambil ngedumel.

Segera setelah menerima laporan, petugas perusahaan listrik Yoshino menuju kantor gubernur. Tapi Won Bong tiba2 muncul dan membuatnya pingsan. Won Bong yang sudah mengenakan seragam Yoshino pun bergegas menuju kantor gubernur sebagai petugas listrik Yoshino.

Sekarang, Won Bong sudah tiba di kantor gubernur. Dia sok ramah pada petugas di depan yang memeriksa setiap orang yang masuk kantor gubernur.

Gubernur bersama Kenta, Oda dan beberapa rekannya yang lain menunggu dengan cemas di ruangan lain.

Won Bong keluar. Ia bilang pada petugas mau memeriksa ke basement.

Won Bong beranjak pergi tapi dihentikan petugas.

Diluar, Nam Ok menunggu dengan cemas.

Won Bong tiba di basement. Ia duduk disana.

Di ruangannya, Young Jin cemas memikirkan Won Bong.

Won Bong heran bomnya belum meledak.

Lalu ia ingat kata-kata Majar.

Won Bong lantas mengambil pistolnya.

Jin Soo tambah cemas. Ternyata ia berada tak jauh dari kantor gubernur. Ia heran kantor gubernur belum meledak.

Jung Im juga cemas di butik.

Won Bong balik ke ruangan gubernur. Kali ini ia tidak memakai topi dan kacamatanya. Ia bilang ke petugas harus memeriksa sekali lagi. Petugas mengizinkan.

Won Bong membuka lemari dan memeriksa timer bomnya.

Petugas melihat itu, langsung menodongkan senjata pada Won Bong dan menyuruh Won Bong berdiri.

Petugas membunyikan bel. Saat petugas membunyikan bel itulah, Won Bong berhasil merebut pistolnya dan melumpuhkannya.

Gubernur, Oda, Kenta dan rekan-rekan mereka yang lain kaget mendengar bunyi bel. Mereka pun bergegas mengevakuasi gubernur.

Won Bong sedang berkelahi dengan petugas tadi.

Oda dan Kenta berusaha melarikan gubernur.

Para petugas yang lain datang mengepung Won Bong.

Seorang petugas memecahkan kaca jendela dan berniat membuang bom, tapi Won Bong menembakinya.

Won Bong lalu menembak bom itu.

Bom seketika meledak menghancurkan kantor gubernur.

Nam Ok yang berdiri di atap sebuah bangunan melihat itu.

Jin Soo juga melihat itu dari mobilnya.

Segera setelah bom meledak, Jin Soo melajukan mobilnya, menjemput Nam Ok. Nam Ok terkejut melihat Won Bong tak ada di mobil.

Nam Ok dan Jin Soo kembali ke Hyewa.

Jung Im mengunci butik dan menyusul mereka ke ruang rahasia.

Jung Im menanyakan Won Bong. Tapi tak ada satu pun yang menjawab.

So Min curiga, Won Bong tewas. Nam Ok marah mendengar kata-kata So Min.

Nam Ok mengambil senjata dan berkata, akan menemukan Won Bong, hidup atau mati.

Jin Soo khawatir dan berfikir Kemana kau akan mencarinya?

Nam Ok menduga Pasti di Rumah Sakit Umum Pemerintah dan berniat untuk mecari namun Jin Soo melarang.

Nam Ok marah, lepas sebelum aku membunuhmu.

Jin Soo kedua rekannya untuk menyusun rencana terlebih dahulu.

Tapi Nam Ok tidak mau mendengar.

Jung Im turun tangan. Ia membujuk Nam Ok. Ia bilang, mereka harus membuat rencana.

Nam Ok membuang senjatanya dan berteriak kesal.

RSU Pemerintah kedatangan pasien korban ledakan di kantor gubernur.

Young Jin dan Ishida bergegas memeriksa mereka.

Young Jin menyuruh perawat membawa pasien ke ruang operasi. Ishida menatap sinis Young Jin dan berkata, tidak ada satu pun dari pasien2 itu yang bisa diselamatkan. Young Jin bilang, setidaknya, ia akan berusaha.

Lalu, muncul lah Won Bong. Ia terluka parah.

Young Jin kaget melihat Won Bong ikut menjadi korban ledakan.

Melihat reaksi Young Jin, Ishida tanya apa Young Jin kenal pasien (Won Bong) itu.

Young Jin bilang tidak.

Joon Soo kemudian datang, memanggil Young Jin.

Ishida pergi.

Young Jin teringat saat ia bermain salju dengan Won Bong.

Maru melapor pada Hiroshi kalau mereka sudah memasang perimeter di sekitar rumah sakit dan para tentara lainnya tengah bersiaga.

Hiroshi menanyakan para korban.

—.

Young Jin masih di ruang operasi. Tapi mereka belum mendapatkan transfusi darah untuk pasien.

Si pasien kesakitan. Joon Soo bilang mereka tak bisa berbuat apapun tanpa pendonor.

Tak lama kemudian, pasien itu meninggal. Young Jin kaget.

Won Bong masih dioperasi.

Young Jin duduk di depan ruang operasi dengan wajah kalut.

Joon Soo menghampiri Young Jin.

Sementara Ishida kesal dan memutuskan keluar dari ruang operasi.

Young Jin mengambil alih. Ia minta dua suster keluar dan menyuruh sif berikutnya masuk.

Lalu Young Jin menyuruh Joon Soo membersihkan semua eksudasi dan darah beku yang kamu lihat.

Young Jin mulai membedah perut Won Bong. Tapi darah Won Bong seketika muncrat ke badannya. Young Jin kaget.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 1 =