Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Episode 15-16 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 15-16 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net – Update Sinopsis Different Dreams Episode 15-16 Drama Korea, Pada episode sebelumnya, Won Bong mencium Seung Jin. Won Bong lalu menatap wajah Seung Jin.

Pada akhirnya mereka semua bersama untuk berpesta. Minum dan nikmati makanan di beranda Se Joo.

Sementara Nam Ok menyanyikan sebuah lagu.

Sinopsis Different Dreams Episode 15-16

Different Dreams

Miki dan Pangeran Noda melambai keluar dari dalam mobil dan kemudian pergi.

Pada saat yang sama, Won Bong dan Jung Im membungkuk, menyambut rombongan Miki dan Pangeran Noda.

Hiroshi dan Pangeran Noda berbicara di Klub Gyeongseong.

Hirosi mengatakan kepada Pangeran dalam pidatonya jika para pembunuh Black Dragon Society tersebar di Manchuria.

Mereka mencapai supremasi komersial dan merebut tanah di sekitar markas mereka.

Selanjutnya Miki yang sebelumnya bersama Pangeran Noda turun dari panggung dan mendekati dua pengunjung.

Baca juga: Sinopsis Different Dreams Episode 13-14 Part 2 Drama Korea

Pangeran Noda keluar dari kamarnya bersama Hiroshi. Pangeran Noda marah melihat Miki sedang menggoda pengunjung.

Miki kembali ke kamarnya, saat Nyonya Yoo dan beberapa temannya tengah berkumpul.

Nyonya Yoo memberi tahu jika Pangeran Noda sedang menunggunnya. Miki sontak kaget.

Tak lama, pengawal Pangeran Noda datang menjemput Miki.

Wajah Miki seketika tegang, ia seolah tahu apa yang akan dilakukan Pangeran Noda padanya.

Miki sudah berada di kediaman Pangeran Noda. Ia berlutut pada Pangeran Noda.

Pangeran Noda lantas menyuruh Miki mengambilkan sesuatu untuknya.

Mengetahui perintah yang diberikan kepadanya Miki langsung bangkit. Ia mengambil sebuah tongkat dan memberikannya pada Pangeran Noda.

Pangeran Noda menyuruh Miki berdiri di depannya.

Miki mengangkat roknya. Pangeran Noda mulai memukul kakinya. Miki menjerit kesakitan.

Setelah itu, Pangeran Noda menjambaknya dan melemparkannya ke kasur.

Dalam kemarahannya Pangeran Noda lantas melemparkan sejumlah uang kepada Miki lantas pergi.

Pada pagi hari Young Jin sedang menikmati jajanan pinggir jalan.

Won Bong dari jauh menatap Young Jin. Won Bong ingat saat melakukan hal yang sama di Shanghai.

Won Bong lantas mendekati Young Jin yang kembali membeli jajanan.

Young Jin menyuruh Won Bong mencobanya. Ia menyodorkannya ke mulut Won Bong.

Won Bong tetap tidak mau membuka mulutnya. Young Jin memaksanya. Terpaksalah Won Bong memakannya.

Young Jin lalu memesan bakpao.

Won Bong menatap Young Jin. Ia tersenyum. Young Jin pun membalas senyum Won Bong.

Fukuda datang setelah menerima panggilan dari Matsuura. Matsuura bilang, dia mau menyampaikan sesuatu.

Fukuda pun mendekatinya.

Won Bong dan Young Jin duduk di kafe. Won Bong memberitahu Young Jin kalau Fukuda mampir ke butik beberapa hari lalu dan menyamar sebagai pelanggan.

Dilain tempat Miki pergi ke rumah sakit. Ia memakai sepatu boot untuk menutupi luka di betisnya. Ia berjalan terpincang2.

Miki mencari Ishida, tapi suster bilang Ishida sedang di ruang operasi.

Suster lalu menyarankan Miki menemui Wakil Direktur mereka yang tak lain adalah Young Jin.

Young Jin memeriksa tenggorokan Miki. Setelah selesai Miki dan Young Jin pergi minum teh.

Miki memesan air dingin, tapi dilarang Young Jin.

Young Jin lalu ingat sesuatu saat melihat Pangeran Noda minum wine memakai es batu.

Miki melontarkan sebuah pertanyaan kepada Lee Young Jin Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa hubunganmu dengan Jaksa Fukuda? Kelihatannya kalian cukup dekat.

Young Jin agak kaget dengan pertanyaan Miki, tapi ia tetap menjawabnya, kalau ayahnya ingin ia menjalin hubungan dengan Fukuda.

Miki tertawa.

Dilain waktu Won Bong cs membahas rencana mereka membunuh Pangeran Noda.

Pada suatu kesempatan Nam Ok memegang tangan Jung Im. Jung Im kesal dan langsung menarik tangannya.

Kim Goo sedang di perjalanan. Ia teringat pesan Young Jin.

Kim Goo sudah berada di Cheongbang.

Sementara Won Bong dan Young Jin ada di ruang rahasia Apotek Seohwa. Mereka menunggu telepon Kim Goo.

Tak lama, telepon berbunyi. Young Jin langsung menjawabnya.

Disela pembicaraan Young Jin pun memberikan teleponnya pada Won Bong.

Dari pembicaraan itu Won Bong sudah mengerti dan menutup teleponnya, lalu kembali ke jendela.

Won Bong marah, dia bukan orang Korea! Noda Haijiro! Dia memberi dirinya nama itu! Dia mengarang opini publik, mengatakan bahwa kita menginginkan penggabungan. Dia mengagumi ibu kaisar. Dia menjual jiwanya.

Young Jin berdiri dan beranjak ke jendela. Won Bong menatap Young Jin.

Young jin datang membuat rekan-rekan Miki penasaran siapa Young Jin.

Miki senang melihat kedatangan Young Jin. Miki melihat hadiah yang dibawa Young Jin.

Miki mengajak Pangeran Noda ke Butik Hyehwa.

Won Bong keluar dan menyapa mereka. Sementara disisi lain Kamera menyorot Pangeran Noda yang minum minuman ber-es.

Won Bong menjelaskan, kalau ia melakukan banyak bisnis dengan orang asing di Tiongkok.

Miki dan Jung Im datang. Miki mengenakan mantel dan langsung berdiri di depan kaca.

Miki tanya pendapat Pangeran Noda soal mantelnya. Pangeran Noda tanya apa Miki suka mantel itu.

Pangeran Noda hendak membayar mantel yang dipakai Miki.

Tapi Won Bong menolak dan mengatakan itu hadiah darinya.

Upaya Won Bong berhasil yang membuat Pangeran Noda langsung bisa akrab dan mengajaknya bertemu malam nanti.

Won Bong dan Jung Im saling melirik. Won Bong dan Jung Im mengantar mereka keluar.

Pangeran Noda dan Miki melambaikan tangan mereka. Won Bong dan Jung Im membungkuk, memberi hormat, sampai mobil itu hilang dari pandangan mereka.

Won Bong langsung rapat bersama Jin Soo, So Min, Nam Ok dan Seung Jin di ruang rahasia Hyewa.

Won Bong bilang, mereka akan melaksanakan rencana mereka malam ini.

Won Bong bersama rekanya akan memulai rencana mereka.

Seung Jin bertugas mengalihkan perhatian.

Seorang pelayan keluar dari klub, namun Seung Jin langsung mendekatinya.

Tak lama, Nam Ok muncul dari balik bebatuan. Si pelayan melihat Nam Ok dan bertanya, apa yang Nam Ok lakukan disana.

Nam Ok lalu minta si pelayan membantunya turun.

Si pelayan membantu Nam Ok.

Nam Ok meminta maaf dan memukul tengkuk si pelayan.

Tapi si pelayan tidak pingsan.

Nam Ok lalu memukul si pelayan lagi dengan kedua tangannya. Kali ini si pelayan langsung pingsan.

Nam Ok menyuruh Seung Jin mengikat tangan dan kaki si pelayan.

Lalu, Nam Ok melepas mantelnya. Ia sudah memakai seragam pelayannya.

Seung Jin lalu mengacungkan jempolnya dan memuji Nam Ok.

Di dalam, Won Bong bicara dengan Pangeran Noda.

Miki dan Young Jin juga ada di sana.

Pangeran Noda pun melihat minuman hadiah dari Won Bong.

Miki beranjak pergi. Sementara Pangeran Noda terus menatap minuman dari Won Bong.

Won Bong dan Young Jin saling menatap.

Sementara Nyonya Yoo sedang bersama So Min dan Jin Soo.

Mereka menunjukkan perhiasan pada Nyonya Yoo.

Di dapur, Nam Ok mencium satu es batu. Setelah itu, ia mencium obat yang diberikan Jin Soo.

Lalu Miki datang. Nam Ok bergegas menyembunyikan obat itu.

Nam Ok masuk, membawakan pesenan Miki. Pangeran Noda bicara pada Won Bong.

Pada sela pembicaraan pangeran Noda tiba-tiba tertawa. Won Bong juga tertawa.

Nam Ok ikut tertawa, membuat Pangeran Noda dan Miki menatap heran padanya.

Won Bong menatap kesal Nam Ok. Hampir saja, Nam Ok mengacaukan semuanya.

Akhirnya Nam Ok berhenti tertawa.

Nam Ok eminta izin untuk membuka botolnya lantas beranjak pergi sambil menatap Won Bong.

Won Bong menuangkan minuman untuk pangeran Noda begitu sebaliknya.

Saat keduanya sedang minum Miki sebetulnya juga mau. Tapi dilarang Pangeran Noda.

Miki lalu mengambil es batu. Ia ingin minum minuman ber es. Young Jin langsung menghentikannya.

Miki kaget sekaligus heran.

Young Jin meminta Miki untuk memikirkan kesehatan tenggorokannya.

Pangeran Noda berkata demikian kepada Miki.

Pangeran Noda memasukkan es batu ke gelasnya. Lalu ia menawari Won Bong es juga.

Young Jin langsung tegang.

Won Bong kemudian tersenyum.

Pangeran Noda tidak curiga dan memasukkan es itu ke dalam gelasnya.

Pangeran Noda mengangkat gelasnya, tapi ia menunggu Won Bong minum duluan.

Won Bong menenggak liquornya sampai habis.

Tapi Pangeran Noda malah meletakkan lagi gelasnya ke meja.

Miki ingin pergi untuk menyanyi di klub. Pangeran Noda mempersilahkannya.

Miki lalu menatap curiga ke arah Won Bong dan Young Jin.

Namun ia tak berkata apapun dan langsung pergi.

Nyonya Yoo duduk disamping Young Jin.

Pangeran Noda menuangkan liquor nya lagi ke gelas Won Bong.

Won Bong minum duluan, sambil menatap tajam Pangeran Noda yang mulai meminum liquornya yang berisi es beracun.

Setelah itu, Won Bong dan Young Jin saling melirik. Rencana mereka berhasil.

Pangeran Noda sudah tiba di kamarnya bersama Miki.

Pangeran Noda maraha kepada Miki. Miki kesal, tapi ia tak bisa apa-apa.

Tiba-tiba racun di tubuh Pangeran Noda mulai bereaksi. Ia batuk membuat Miki khawatir melihatnya.

Tak lama, Pangeran Noda batuk darah. Miki mau mengambil air, tapi Pangeran Noda menyuruhnya memanggil supirnya. Pangeran Noda ingin ke rumah sakit.

Miki langsung meraih telepon. Pangeran Noda seketika jatuh.

Miki melihat Pangeran Noda kejang menahan sakit.

Miki lalu teringat semua rasa sakit yang dia alami karena perbuatan Pangeran Noda.

Dan Miki pun tidak jadi menelpon supir. Ia meletakkan kembali teleponnya.

Tanpa disangka Miki lalu mendekati Pangeran Noda dan tertawa.

Miki lantas ingat saat Young Jin menghentikannya minum es.

Pangeran Noda minta tolong, tapi Miki menjauhinya.

Miki kemudian mengambil mantel Pangeran Noda di kursi dan kembali mendekati Pangeran Noda.

Pangeran Noda minta tolong.

Miki lalu menutupi wajah Pangeran Noda dengan mantel itu.

Setelah itu, ia duduk di kursi goyang Pangeran Noda dan menatap Pangeran Noda dengan tatapan dingin.

Paginya, Young Jin ditelpon oleh Miki. Miki memberitahu Young Jin bahwa Pangeran Noda sudah tewas.

Young Jin tanya dimana Miki. Ia bilang, akan mengirim ambulans ke sana.

Hiroshi datang. Young Jin memberitahu Hiroshi kalau Pangeran Noda tidak sadarkan diri dan akan segera ke rumah sakit.

Young Jin langsung ke rumah sakit.

Sampai disana, ia menemukan Miki duduk di depan ruangannya.

Miki menoleh. Begitu melihat Young Jin, ia langsung lari dan memeluk Young Jin.

Diruamah Sakit Ishida sedang memeriksa mayat Pangeran Noda.

Tak lama, Young Jin datang.

Ishida menatap curiga pada Young Jin tapi ia tak berkata apa-apa lagi dan beranjak pergi.

Young Jin lalu mendekati mayat Pangeran Noda.

Ia mengeluarkan tabung kecil dari sakunya. Tabung itu bertuliskan ‘sampel darah’.

Hiroshi dan Young Jin menemui Gubernur. Disana, juga ada Oda dan Kenta.

Young Jin lantas menunjukkan tabung sampel darah itu.

Hiroshi menatap Young Jin, maksudnya menyuruh Young Jin menjelaskan.

Fukuda, Young Jin dan Miki tiba di sebuah gereja.

Fukuda dan Young Jin lantas turun dari mobil. Miki terlihat sedih.

Saat Fukuda beranjak pergi Young Jin kembali menemui Miki.

Young Jin mengatakan kepada Miki bahwa para pejabat di Kantor Gubernur Joseon. Polisi dan jaksa penuntut mencurigainya, karena diduga telah membunuh Pangeran Noda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 4 =