Beranda Sinopsis Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 12 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 12 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 15-16 Drama Korea
Angel,s Last Mission: Love

Topnes.net – Sinopsis Angel’s Last Mission: Love drama korea, update lanjutan sinopsis, Angel’s Last Mission: Love/Dan, Only Love episode 12.

Berikut lanjutan K-Drama sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 12. Ni Na menari dengan sangat baik dan bagus. Tapi Kang Woo sama sekali tidak memperhatikannya dan sibuk mengobrol bersama dengan Yeon Seo.

Sementara Kim Dan terus mengingat perkataan Ny. Jung agar jangan melewatkan siapapun yang mencurigakan, jadi Kim Dan menghentikan seorang pelayan yang datang membawakan minuman.

Ny. Choi mengirimkan pesan kepada seseorang, dia meminta dibuatkan dua gelas lagi dengan cepat. Dan Ru Na memperhatikan itu.

Dibelakang, dapur. Won il memasukan obat ke dalam minuman wine, untuk diantarkan kepada Yeon Seo, tapi dia tanpa sengaja menjatuhkan semuanya, karena terkejut dengan kedatangan Tn. Geum.

Ny. Choi merasa gugup, karena wine yang diperintahkannya belum datang dan diberikan kepada Yeon Seo. Melihat itu, Ru Na tersenyum.

Baca juga: Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 11 Drama Korea

Tn. Geum membuang semua wine didalam botol dan obat yang dibawa oleh Won il kedalam tempat sampah.

Ada seorang pelayan menaruh buah anggur yang dibawanya ke atas meja Yeon Seo.

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love

Lalu dia berjalan pergi, dan memberikan kode kepada Ru Na. Dan Ru Na menganggukan kepalanya.

Yeon Seo memperhatikan buah anggur didekatnya. Sebelum dia makan, dia melihat ke sekeliling nya untuk memastikan, dan saat dia melihat semua orang memakan anggur yang tampak sama sepertinya.

Saat pertunjukan berakhir. Ny. Choi berjalan ke depan, dan memulai pidatonya. Dia berbicara dengan gugup, mengumumkan pengunduran dirinya, lalu dia memperkenalkan Yeon Seo sebagai pemimpin yang baru.

Dan Ru Na tersenyum.

Yeon Seo pun juga tersenyum dan berdiri. Dia berjalan menuju ke arah panggung, tapi tiba2 saja dia merasa sangat pusing, seolah- olah sekitarnya berputar dan pandangannya menjadi kabur.

Keluar dari dalam kamar mandi, Kim Dan tidak sengaja bertabrakan dengan si Pelayan jahat. Dan dia mengingat bahwa pelayan itu persis dengan orang yang mau merokok barusan.

Yeon Seo seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Dia mendekati Seiji, dan marah kepadanya.

Kang Woo segera mau menghentikan Yeon Seo. Tapi Yeon Seo menepis tangannya, dan mulai mengeluarkan semua emosi yang telah ditahannya kepada setiap orang yang ada disana.

Sementara Ru Na, dia tersenyum senang dan puas. Karena rencananya berhasil.

Yeon Seo bertingkah seperti orang yang telah kehilangan akal, dan setiap orang berusaha untuk menghentikannya.

Yeon Seo kemudian pergi ke dek kapal, dan menari disana, tapi karena lantai disana begitu licin, maka hampir saja Yeon Seo terjatuh ke dalam laut. Namun untungnya, Kim Dan berhasil menangkap nya tepat waktu. Sementara Kang Woo, dia terlambat.

Berada tempat tidur. Dalam keadaan setengah sadar, Yeon Seo melihat Kim Dan yang duduk disebelahnya seperti sosok penonton pertamanya dulu.

Saat Yeon Seo muda dulu, saat dia sedang duduk sendirian ditengah padang bunga. Anak Pria itu datang menemukannya, dan tersenyum kepadanya.

Ketika hari sedang hujan. Yeon Seo merasa ada sesuatu, jadi dia pun berbalik untuk melihat.

Pada Pagi hari. Yeon Seo terbangun dengan rasa sakit kepala yang sangat kuat. Dan lalu dia bertanya, kepada Ny. Jung.

Dia bertanya bagaimana caranya dia pulang semalam.

Yeon Seo mulai mengingat semua sikap nya semalam dipesta.

Saat rapat. Ny. Choi menjelaskan kepada semua pemegang saham bahwa kondisi Yeon Seo secara fisik dan mental memang tidak stabil. Dan tampaknya itu semakin memburuk.

Ny. Choi meminta Tn. A agar tenang demi dirinya. Dan Tn. A memuji Ny. Choi serta keluarga nya yang telah mengurus Fantasia dengan baik, walaupun sebagai Direktur sementara.

Dibanding Yeon Seo yang gila. Lalu dia mempertanyakan, kenapa dia harus menginvestasikan uang berharganya ke teater balet yang tidak masuk akal.

Ni Na menemui Kang Woo yang baru keluar dari ruang rapat dengan raut wajah yang mengatakan ada sesuatu.

Kang Woo datang ke ruangan latihan, dan mempertanyakan apa mereka mogok.

Dan semua penari menjelaskan bahwa mereka telah melihat kejadian dikapal, jadi mereka merasa sangat konyol kalau harus menjadikan Yeon Seo sebagai balerina prima.

Kang Woo mengutarakan apa yang sedang ia rasakan bahwa dia sangat bingung, dia berpikir kalau Yeon Seo akan menjadi orang yang bisa menyelamatkan mereka semua, bukan mereka.

Mendengar itu, seseorang bertanya apakah itu artinya Yeon Seo akan berhenti.

Pada waktu di café. Ni Na minum- minum sambil menari dengan tidak menentu, dia tampak merasa sangat frustasi serta sedih mengingat semua perkataan Kang Woo kepada mereka barusan.

Ni Na memperhatikan wajah si Wanita, lalu dia berteriak memanggil wanita tersebut dan mengejarnya. “Elena Seonsaeng- nim! Elena Seonsaeng- nim!”

Wanita yang dipanggil Elena tersebut, dia berlari secepat mungkin menjauh dari Ni Na. Dan masuk ke dalam salah satu bangunan tua. Tapi ternyata Ni Na berhasil mengikutinya.

Elena melempari Ni Na dengan botol. “Enyah!” usirnya.

Saat Ni Na masih saja berbicara kepadanya, Elena merasa emosi dan membawa tongkat untuk mengusirnya.

Dikantor. Kim Dan menemui Ru Na untuk meminta informasi mengenai si Pria jahat yang dicurigainya. Tapi Ru Na malah menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan informasi seperti itu.

Dan Kim Dan pun meminta agar mereka bekerja sama untuk menyelidiki tentang orang yang ingin melukai Yeon Seo semalam.

Kim Dan menjelaskan bahwa dia mengerti, lalu dia berdiri.

Saat keluar dari dalam ruangan, Kim Dan merasa pusing harus menyelidiki bagaimana, karena dia tidak memiliki informasi apapun.

Tapi kemudian, secara kebetulan dia melihat si Pria jahat yang berada di kapal semalam. Jadi dengan segera dia pun mengejar si Pria jahat tersebut.

Si Pria jahat itu seperti sudah sadar Kim Dan melihatnya, jadi dia memancing Kim Dan untuk datang kepadanya. Lalu ketika dia berada didekat belokan, dia berbelok.

Pada suatu waktu Kim Dan pergi meninggalkan Fantasia dengan langkah lesu.

Dari atas Ru Na dan sekretarisnya memperhatikan itu.

Dokter memberitahu Yeon Seo bahwa dia akan melakukan tes darah sekarang, dan kemungkinan dia akan mendapatkan hasilnya malam ini. Dan dengan lemah, Yeon Seo pun meminta bantuan mereka.

“Jangan khawatir. Aku tahu segelas wine tidak akan membuatmu mabuk. Sesudah mendapatkan hasilnya, kita mungkin bisa menangkap siapa itu,” kata Ny. Jung dengan yakin. Lalu dia pergi bersama dengan si Dokter.

Kim Dan kembali tepat disaat itu.

Didalam rumah. Kim Dan menjelaskan bahwa dia barusan pergi ke teater balet. Dan Yeon Seo membalas bahwa itu percuma, karena para sponsor pasti akan menuntut untuk mengusirnya dan para penari akan menggosipkannya gila.

Melihat itu, Kim Dan mengangkat tangannya untuk memegang tangan Yeon Seo. Tapi dia tidak jadi melakukan itu. Dan hanya diam saja.

Tiba2 terdengar bunyi bel. Jadi Kim Dan pun melihat melalui interkom, ternyata yang datang itu adalah Ny. Choi. Dan melihat itu, dia menatap ke arah Yeon Seo.

Awalnya Ny. Choi berbasa- basi, seperti mengatakan Yeon Seo terlihat kurus. Tapi Yeon Seo langsung mempertanyakan ada urusan apa Ny. Choi datang kesini dan menemuinya.

Kim Dan datang membawakan dua gelas jus. Dan menaruhnya diatas meja sambil memandang ke arah Ny. Choi.

Ny. Choi meminta Won il memberikan surat yang dibawa. “Aku sungguh bekerja keras untuk membantumu.

Saat kamu tidak dalam kondisi baik, aku mencoba melindunginmu dengan memperpanjang surat kuasa.

Dan saat kamu dengan keras kepala meminta ku untuk mengembalikannya, aku bahkan mengumumkan akan mengundurkan diri,” kata Ny. Choi sambil memperlihatkan surat kuasa yang dibawanya, dan dia merobek itu dihadapan Yeon Seo.

Ny. Choi dan Ru Na telah mengatur semua perangkap sempurna tersebut. Jadi tentu saja Ny. Choi tidak mau mempercayai Yeon Seo, dan malah mempertanyakan perkataan Yeon Seo.

Lalu dia memberitahu Yeon Seo mengenai teater balet yang melakukan pemogokan, karena mereka tidak bisa tampil dengan seorang gadis seperti Yeon Seo.

Ny. Choi menertawakan Yeon Seo yang sangat diberkati karena mempunyai seorang sekretaris yang setia.

Seperti Tn. Jo dan Kim Dan, orang yang akan melakukan segalanya untuk Yeon Seo.

Yeon Seo berdiri, dan dengan tegas menyuruh agar Ny. Choi pergi dan jangan pernah datang menemui nya lagi.

Kim Dan menyiapkan teh untuk Yeon Seo. Tapi Yeon Seo sama sekali tidak mau meminumnya, dan berjalan pergi keluar dari rumah begitu saja.

Melihat itu, Kim Dan pun dengan segera mengikutinya dari belakang.

Yeon Seo pergi ke sebuah tempat minum. Disana dia mau meminum segelas bir, tapi Kim Dan menghentikannya.

Saat dirumah, Yeon Seo mendapatkan telpon dari Ny. Jung mengenai hasil tes darahnya. Memang benar ada obat stimulan yang ditemukan dalam darahnya, tapi alkohol dan obat penenang juga ditemukan dalam darah Yeon Seo.

Yeon Seo menceritakan tentang perkataan penonton pertamanya. Tariannya adalah hal yang paling cantik yang pernah dia lihat didalam hidup dia. Seorang anak yang tidak tahu apa itu balet, menjadi tersentuh dan menangis.

Kim Dan membantu Yeon Seo yang berjalan dengan gontai. Dia membiarkan Yeon Seo untuk duduk sebentar di bangku taman, lalu dia berlutut didepannya.

Yeon Seo kemudian berdiri, dan membuat Kim Dan untuk duduk ditempatnya. Lalu dia menarikan sebuah bagian tarian yang disebut Giselle. Dan Kim Dan duduk menontonnya yang menari.

Saat Yeon Seo goyah dan hampir saja terjatuh ketika berputar, Kim Dan segera berdiri dan menangkapnya.
“Kamu,” kata Yeon Seo, lalu dia tertidur.

Kim Dan mengendong Yeon Seo. Dan ketika dipertengahan jalan, Yeon Seo yang sudah setengah tersadar, dia bertanya, “Kenapa kamu selalu menyelamatkan ku? Kamu menyelamatkan dan membantuku. Tapi, kenapa kamu tidak menyukaiku?”

Mendengar itu, Kim Dan berhenti berjalan. Dan Yeon Seo kembali berbicara kepadanya lagi, “Benar.

Tidak ada seorang pun didunia ini yang menyukai ku. Aku tidak pedulikan itu. Tapi tidak baik, jika kamu tidak menyukai ku.

Aku membencinya. Menjengkelkan. Kamu bilang aku pintar. Aku cantik. Tapi, tapi kenapa kamu tidak menyukaiku? Bagaimana bisa kamu tidak menyukai ku? Hmm, Kim Dan?” tanya Yeon Seo.

Kim Dan membaringkan Yeon Seo ke atas tempat tidur, lalu menyelimutinya. “Aku tidak boleh menyukaimu. Dan aku… tidak bisa tinggal disisimu selamanya. Itu, sungguh membuatku sulit. Yeon Seo, bagaimana bisa aku… tidak menyukaimu?” kata Kim Dan kepada Yeon Seo yang telah tertidur.

Kim Dan berjalan- jalan didekat jembatan. Dan dia mengingat tentang Yeon Seo yang memegang tangannya, dan mengatakan “Jangan pergi’.

Lalu dia mengingat perkataan Hoo yang menanyakan, “Apa perasaanmu sebenarnya? Apa kamu khawatir dia Tulang Rusuk palsu? Atau kamu berharap dia palsu?”
Kim Dan tertawa mengingat itu semua. “Aku dalam masalah besar, kan?” katanya ke arah langit.

Tiba2 saja disaat itu Kang Woo datang, dan menahannya ditepi jembatan. Lalu hujan mulai turun, sehingga Kim Dan merasa panik, dan memberontak agar Kang Woo melepaskannya.

Tapi Kang Woo sama sekali tidak mau melepaskannya.
“Katakan padaku kamu akan menghilang dari kehidupan Yeon Seo sekarang. Aku sudah memperingatkanmu, kan? Bahwa aku tidak akan membiarkanmu hidup, jika kamu ikut campur.

Memang siapa kamu, memberitahu dia untuk menyerah menari?” teriak Kang Woo.

“Aku bilang lepaskan!” balas Kim Dan. Lalu dia mendorong Kang Woo.

Tapi tanpa sengaja, mereka berdua malah terjatuh ke dalam laut. Dan karena tidak bisa berenang, Kim Dan pun mulai kehilangan kesadarannya. Kemudian tiba2 saja lonceng gereja terdengar berbunyi sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × four =