Beranda Sinopsis Sinopsis THE LAST EMPRESS Episode 37 Drama Korea

Sinopsis THE LAST EMPRESS Episode 37 Drama Korea

Sinopsis THE LAST EMPRESS Episode 40: Serial Drama Korea
THE LAST EMPRESS

Topnes.net – Sinopsis THE LAST EMPRESS Episode 37, serial drama korea, film drama korea (drakor) bertemakan kerajaan di stasiun TV SBS.

Lanjutan sinopsis “The Last Empress” di Episode 37, Kaisar Lee Hyuk pergi ke kamar Kang Joo Seung di rumah sakit jiwa. Dia memaksa Joo Seung mengingat semuanya, tetapi tidak berhasil.

Kang Joo Seung membalik-balik majalah kekaisaran dan menangis melihat foto Min Yu Ra. Min Yu Ra kaget mengetahui bahwa Kang Joo Seung berselingkuh dengan Permaisuri So Hyun.

Sinopsis THE LAST EMPRESS

Oh Ssu Ni bertemu Seo Kang Hee setelah menemukan foto-foto di kamar Kang Hee. Kang Hee melanjutkan, itu adalah Min Yu Ra yang menyembunyikan gambar-gambar di kamarnya.

Permaisuri Oh Ssu Ni pura-pura percaya.

Baca juga: Sinopsis THE LAST EMPRESS Episode 36 Drama Korea

Kang Hee menegur Min Yu Ra dan menuduhnya menggeledah kamarnya.

Min Yu Ra tidak mengaku karena dia bukan orang yang menggeledah kamar Kang Hee dan mengambil gambar Permaisuri.

Min Yu Ra, yang belum didakwa, segera menjambak rambut Seo Kang Hee.

Sang permaisuri berhasil menemukan pelayan yang mengambil fotonya dengan tenang.

Server dibayar oleh Seo Kang Hee. Alih-alih melepaskan pelayan itu, permaisuri justru memanfaatnya.

Pelayan itu harus memberi informasi tentang Seo Kang Hee sambil terus berpura-pura mengambil foto permaisuri diam-diam.

Sementara itu hubungan kaisar dan ibu suri makin renggang.

Ibu suri ingin menuntaskan kasus kematian permaisuri So Hyun.

Ia tak peduli lagi meski kaisar terlibat.

Kaisar yang merasa tak punya siapa-siapa lagi, kembali mendekati permaisuri.

Ia tiba-tiba memeluk permaisuri dari belakang saat melihatnya.

Permaisuri yang sudah belajar bela diri dari Chun Woo Bin, langsung membanting kaisar dengan keras.

Namun, kaisar justru manja. Ia minta digendong dan ditemani.

Meski permaisuri ogah-ogahan dan akhirnya pergi, kaisar merasa cukup senang.

Chun Woo Bin menemui Na Wang Sik di kamarnya, Min Yu Ra datang.

Woo Bin tidak buru-buru keluar, tapi ia dengan santai berkata, ia hanya melakukan tugas karena Na Wang Sik adalah tamu dan teman putri Ari.

Seo Kang Hee memberikan putri Ari hadiah kursi pijat sebagai hadiah karena ia akan segera menjadi maharani.

Seo Kang Hee meminta pelukan dari putrinya itu karena merasa kebahagiaan akan segera datang.

Chun Woo Bin kembali melatih permaisuri beladiri. Tapi saat permaisuri gagal melakukan tendangan dan terjatuh, Chun Woo Bin justru tertawa.

Permaisuri awalnya kesal karena ia ditertawakan, tapi ia malah meminta Woo Bin untuk tertawa seperti itu setidaknya sehari sekali.

Di tengah-tengah latihan, Chun Woo Bin tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidungnya.

Ia langsung pergi meninggalkan latihan. Rupanya, kondisi Chun Woo Bin sudah amat kritis.

Pendarahan akibat peluru di otaknya makin parah.

Dokter berucap usia Chun Woo Bin tak lama lagi, hanya tinggal 3 bulan atau bahkan kurang.

Melakukan operasi pun akan beresiko.

Byun Baek Ho langsung terpukul mendengar hidup Woo Bin tak lama lagi.

Pagi hari di istana, permaisuri bertanya pada putri Ari mengapa ia tampak begitu senang.

Putri Ari memberitahu, ia akan segera diangkat menjadi maharani. Permaisuri bingung mendengar kabar itu.

Selain itu, Putri Ari juga membocorkan informasi lain.

Ia melihat lukisan Pulau Chungeum di kamar permaisuri dan bertanya mengapa permaisuri memajang lukisan jelek itu.

Permaisuri berkata lukisan itu pemberian nenek suri, tapi putri Ari berkata lain.

Yang diingat putri Ari, lukisan itu pemberian nenek suri untuk ibu suri.

Putri Ari bahkan ingat dengan jelas saat ibu suri marah-marah karena hanya menerima lukisan.

Hal itu terjadi saat pembacaan surat wasiat.

Putri Ari berkata, semua aset kerajaan diberikan pada permaisuri, tapi ia heran mengapa pembacaan surat wasiat yang kedua berbeda dari yang pertama.

Oh Ssu Ni bingung, tapi ia sudah menduga isi surat wasiat telah diubah.

Oh Ssu Ni langsung membawa lukisan itu pada ibu suri karena ia merasa ibu suri lah pemilik sebenarnya.

Ia mengancam akan mencari tahu tentang surat wasiat nenek suri yang sebenarnya.

Kaisar tiba-tiba pergi menemui ayah Oh Ssu Ni, meskipun dia diusir, tetapi kaisar tidak mau pergi juga.

Hel Ro dan ayah kesal.

Kaisar kemudian pergi ke kamar Oh Ssu Ni. Dia melihat kliping koran yang memuat foto dan berita tentangnya.

Saat itu kaisar sadar, dulu Oh Ssu Ni sangatlah menyukainya.

Kaisar akhirnya keluar kamar saat Oh Ssu Ni pulang ke rumahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 3 =