Beranda Sinopsis Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 10 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 10 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 15-16 Drama Korea
Angel,s Last Mission: Love

Topnes.net – Sinopsis Angel’s Last Mission: Love, update lanjutan sinopsis, preview Angel’s Last Mission: Love/Dan, Only Love episode 10. Berikut lanjutan sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 10.

Kim dan datang ke ruang latihan. Dia bangun sementara Yeon Seo berjalan di sekelilingnya.

Yeon Seo menyalakan musik. Dia menari sambil memegangi bahu Dan.

Yeon Seo berputar, berbalik Dan. Dan tetap diam seperti patung. Namun dilihat dari wajahnya, dan jelas sangat tegang.

Terutama ketika wajah Yeon Seo sangat dekat dengannya. Dan sampai dia menutup matanya sementara Yeon Seo diam-diam mengamatinya.

Dan aku sudah tidak tahan lagi. Sepertinya dia sangat gugup. “Tunggu sebentar,” kata Dan sebelum meninggalkan kamar.

Kim Dan kaget ketika dia membuka pintu dan ada Nona Jung. Nona Jung berkata ada tamu datang.

Ternyata Kang Woo. Kang Woo memeriksa ruangan latihan. Dan langsung menunjukkan ekspresi tidak sukanya.

Kang Woo manggut-manggut. “Fantasia’s Night dijadwalkan dalam dua minggu.

Biarkan kami memutuskan bagaimana kamu akan berpartisipasi tergantung kondisimu dalam seminggu.

Kami akan melihat apa kamu akan berada di sana sebagai balerina, atau sebagai ketua yayasan.”

Baca juga: Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 9 Drama Korea

Kang Woo dan Dan bicara berdua di pinggir sungai.Tanpa basa-basi Kang Woo meraih kerah baju Dan dan menudutkannya ke tepian pagar.

Dan jelas bingung mau menjawab apa.

Flashback

Sebelum Dan keluar dari ruang latihan, ternyata Kang Woo sudah ada di depan dan memperhatikan Yeon Seo latihan dan begitu dekat dengan Dan. Melihat itu, rahang Kang Woo mengeras dan tangannya mengepal.

Flashback end

Dan melepas cengkeraman Kang Woo. Dan pun gugup.

Kang Woo pergi meninggalkan Dan yang tertawa kesal.

Dan langsung ngibrit ke geraja mencari dewa Hoo. Dia teriak-teriak memanggil sunbae-nya tanpa peduli ada jamaah gereja di sana.

Ternyata kali ini dewa Hoo sedang berperan sebagai sinbunim alias pendeta. Dan bilang dia punya pertanyaan.

Dan tengok kanan kiri. “Di sini?”

Dewa Hoo mengangguk. Dan bertanya apa dewa Hoo pernah mencium manusia.

Mendengar pertanyaan Kim Dan, para jamaah langsung kasak-kusuk.

Dewa Hoo kesal dan menarik telinga Dan. “Apa maksudmu?” bisiknya lalu membawa Dan ke sebuah ruangan.

Dan mengusap-usap telinganya yang sakit akibat jeweran dewa Hoo.

Dan duduk dan mengakui kalau entah bagaimana akhirnya dia mencium Yeon Seo.

Dewa Hoo ikutan stress. Dia menepuk keningnya.

Akhirnya dewa Hoo pun bercerita.

Itu sekitar 15 tahun yang lalu. Ada malaikat yang bertanggung jawab atas seni.

Dia mengambil bentuk manusia dan di beri misi untuk menginspirasi seniman.

Si pelukis marah-marah melihat hasil lukisannya. Lantas pelukis itu membanting lukisannya hingga rusak.

Kang Woo makan hotdog sendirian. Tiba-tiba datang wanita yang mirip Yeon Seo dan memeluknya dari belakang. Lalu wanita itu mulai menari dan Kang Woo tampak terpana memandanginya.

Kang Woo meletakkan saputangan bergambar bulu seperti milik Dan di depan patung Yesus di gereja.

Dewa Hoo melanjutkan. “Percayalah kamu dapat mencintai sesuatu selain dewa adalah tindakan arogansi dan dosa.”

Dewa Hoo berdiri dari duduknya dan menatap tajam Kim Dan.

Seketika Dan teringat saat dia akan diadili karena ikut campur urusan manusia (menyelamatkan Yeon Seo).

DIa juga ingat saat Kang Woo mengakui rasa sukanya pada Yeon Seo di depan rumah abu. Juga saat dia membantu Yeon Seo berlatih berjalan.

Tidak ketinggalan, juga saat Dan mencium Yeon Seo. Kim Dan membayangkan dirinya di hukum jadi debu.

Dan membuka pintu gereja dan keluar dengan langkah lunglai. Tanpa dia tahu, Kang Woo ada di sana memperhatikannya dan mengamati gereja. Tangannya mengepal.

Dan sampai di Ivy Mansion malam hari. Dia melihat Miss Jung keluar dari ruang latihan membawa nampan berisi makanan. Dan segera menghampirinya.

Dan menghela nafas. Di dalam, Yeon Seo masih terus berlatih. Dia terjatuh tapi langsung bangkit kembali. Jatuh lagi, bangkit lagi. Dan melihatnya dari balik pintu.

Melihat Yeon Seo terjatuh, Dan hendak menoongnya. Tapi pintunya sepertinya terkunci. Namun akhirnya Dan bisa membukanya dan masuk.

Yeon Seo tidak memperdulikannya dan terus menari meski harus jatuh.

Dan menghampirinya dan meraih bahunya. “Aku bilang cukup.”

Yeon Seo menghempaskan tangan Dan. “Apa kamu lupa? Kamu harusnya tidak menyentuhku,” Yeon Seo berbalik menjauhi Dan.

Yeon Seo menatap kakinya. Sepatunya memerah oleh darahnya. “Lalu?” Yeon Seo duduk di lantai dan melepas sepatunya.

“Kuku kakiku copot berkali-kali. Aku sudah membuang banyak sepatu pointe berdarah yang tak terhitung jumahnya.

Ini bukan apa-apa.” Yeon Seo manatap jari kakinya yang berdarah. “Akhirnya, terlihat seperti kaki balerina.”

Yeon Seo melepas ikat rambutnya (kayaknya itu saputangan Dan) lalu menggunakannya untuk mengelap darahnya. Dan merebut sapu tangan itu dan membantu mengelap kaki Yeon Seo.

Yeon Seo memakai sepatu lagi. “Jangan konyol! Aku janji pada Direktur Ji, aku harus kembali bugar dalam waktu seminggu.”

Mata Yeon Seo berkaca-kaca. Dia lalu menatap Dan. “Aku benar-benar membencimu! Jangan khawatirkan aku. Jangan pedulikan aku! Aku benci menerima kehangatan. Itu membuatku melemah. Karena membuatku berpikir tidak apa-apa untuk lemah.”

Yeon Seo menghapus airmatanya. “Aku pikir kamu menyukaiku. Aku pikir benar. Kamu bilang kamu ada karena aku.

Kamulah yang berbicara manis padaku. Jika kamu bukan pembohong atau mata-mata, maka hanya satu hal. Apa kamu menyukaiku?”

Terngiang ucapan dewa Hoo kalau mencintai selain dewa adalah perbuatan dosa. Dan terus menatap Yeon Seo

“Kamu bilang kamu tidak bisa berbohong. Jawablah saja! Apa kamu menyukaiku? Menyukaiku?”

Dan menunduk. “Tidak.”

Dan menerima saputangan itu dan pergi. Dia sempat berhenti dan menoleh pada Yeon Seo.

Dan membuka-buka album foto Yeon Seo. Dia menemukan sebuah foto lalu mengambilnya.

Di balik foto itu tertulis ‘Pulau Mongyu, tahun 2005′. Hariku memulai balet lagi. Tahap pertama dan audiens pertamaku’.

Ny Jung pergi ke ruang latihan dan melihat Yeon Seo tertidur di lantai.

Yeon Seo membuka matanya. Dia langsung bangun dan bertanya tanggal berapa dan hari apa sekarang.

Ny Jung membantu Yeon Seo berdiri. Dia memberitahu kalau Bu Choi berkali-kali menelepon pagi ini. Panjang umur, Bu Choi menelepon Miss Jung. “Lihat ini! Dia meneleponku setiap lima menit.”

Yeon Seo mengambil ponsel Miss Jung lalu mengangkatnya. “Ini aku. Sekarang?”

Miss Jung menemani Yeon Seo menemui Bu Choi dan Pak Geum di sebuah restoran.

Pak Geum hendak berdiri menyambut ponakannya tapi Bu Choi mencegahnya. Bu CHoi bertanya Yeon Seo tidak datang dengan sekretarisnya hari ini?

Yeon Seo meminta Miss Jung menunggu sebentar di luar. Dia lalu duduk di depan Bu Choi.

“Bagaimana perasaanmu? Apa baik-baik saja?” tanya Pak Geum.

Yeon Seo tidak menjawabnya. “Beri aku perjanjian penarikan kuasa. Aku membawa segelku.”

Bu Choi beralasan kalau pengacaranya sangat teliti jadi, pengacaranya perlu memeriksa beberapa kali. “Maaf.”

Yeon Seo membukanya. Isinya anting-anting berlian. “Apa ini?”

Bu Choi memberitahu kalau investor Jepang yang sangat penting akan datang. “Ketika ku katakan namamu, dia bilang akan datang. Kita tidak bisa mengadakan pertunjukkan tanpa uangnya.”

Pak Geum menambahkan. “Terkadang, kamu harus melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan. Ini dunia orang dewasa. Kami memutuskan untuk mengumumkan semua yang berkaitan dengan Fantasia akan menjadi milik Yeon Seo di acara hari itu.”

***

Miss Jung menggandeng Yeon Seo. “Lihat betapa menyenangkannya untuk mulai menari lagi.

Kamu bisa berjalan denganku seperti ini bahkan tanpa Dan.”

“Dia tidak punya tempat tujuan. Kemana dia pergi berlibur?”

Pada hari Fantasia’s Night, Miss Jung akan pastikan dia mengawal Yeon Seo.

Dan ternyata Kang Woo sudah menunggu mereka dengan mobilnya. Miss Jung melepas tangan Yeon Seo.

Yeon Seo akhirnya pulang naik mobil Kang Woo. Kang Woo bilang, ini jadi minggu terpanjang tahun ini. “Apa kamu siap?”

“Tidak. Tidak sama sekali. Aku benar-benar hancur,” aku Yeon Seo. “Semuanya berantakan.” Yeon Seo menangis. Tapi semua itu hanya ada dalam bayangannya.

Dan ada di pinggir pantai. Dia memastikan tempat itu sesuai dengan apa yanga ada di foto Yeon Seo. Dan menyiapkan banyak balok kayu lalu entah membuat apa disana.

Sementara Yeon Seo saat ini sudah ada di atas kapal bersama Kang Woo.

Dan selesai dengan pekerjaannya. Dia terkejut melihat Yeon Seo dan Kang Woo di sana. Dan segera mencari tempat sembunyi.

Yeon Seo naik ke ‘panggung’ yang Dan buat.

Dan mengintip dari tempat persembunyiannya. “Dia tidak pernah melewatkan sesuatu.”

Yeon Seo mengedarkan pandangannya.”Aku bertaruh, Kim Dan melakukan semuanya di sini, kan? Hei Kim Dan! Dimana kamu? Ayo keluar?”

Kang Woo angkat bicara. “Kamu adalah balerina utamaku. Kamu tidak berpikir aku akan tahu kapan dia di lahirkan dan kapan dia tumbuh dewasa? Kamu bilang tidak ingin ballet, jadi kamu bersembunyi dan menangis.

Aku dengar, itu yang kamu lakukan.”

Dan bertanya-tanya dalam hati. Dia saja tidak tahu. Bagaimana Kang Woo bisa tahu?

Yeon Seo mengaku mengenal seorang anak. Tapi dia benar-benar lupa soal anak itu. Anak itu audiens pertamanya. “Aku menari untuknya. Hanya untuknya.”

Kang Woo berusaha menenangkannya. “Tentu saja. Kamu tidak menari selama tiga tahun.

Ini baru seminggu. Apa kamu pikir aku berharap kamu sempurna? Kamu terlalu percaya diri Yeon Seo ssi. Aku ingin melihat bagaimana tekadmu.

Rhomboidmu, erektor tulang belakang, dan otot-otot soleus. Kamu butuh seminggu untuk mendapatkannya sejauh ini. Ini keajaiban.”

Kang Woo meminta Yeon Seo santai saja. Jangan khawatirkan putaran, keseimbangan, atau apapun. Menarilah seperti pertama kalinya. Dia berjalan menjauh.

Yeon Seo meletakkan tasnya lalu melepas sepatunya. Dia mengikat rambutnya dan mulai menari. Kim Dan memperhatikan dari kejauhan. Dia memegang dadanya.

Yeon Seo kecil menari di pantai itu. Seorang anak laki-laki dengan luka lebam di wajahnya, menontonnya dengan senyuman tipis.

Kang Woo dan Dan sama-sama terpana menyaksikan Yeon Seo.

Dan menangis di dalam tempat persembunyianya. Yeon Seo juga terlihat sedih begitu menyelesaikan tariannya. Kang Woo menghampirinya.

Kabar baik. Sepertinya Yeon Seo yangs sedingin es, yang seperti gong kosong dan berisik, akan memulai sesuatu.

Kang Woo memeluk Yeon Seo.

Awalnya sederhana, tapi masa depannya akan memegang cinta. Aku akan menyelesaikan misiku. Tapi, kenapa hatiku sakit?

Dan berbalik. Mungkin dia tidak sanggup melihat Yeon Seo berpelukan dengan Kang Woo. Tubuhnya merosot ke bawah.

Yeon Seo kecil selesai menari. Pelangi terbentang di langit. Anak laki-laki itu berdiri dan menangis. Yeon Seo bertanya kenapa anak itu menangis. Apa dia kecewa? Anak itu menggeleng.

Yeon Seo tersenyum lebar lalu memeluk anak itu.

NYatanya sekarang, Yeon Seo memeluk Kang Woo. Sementara Dan, menutupi wajahnya menahan sakit di hatinya.

Selanjutnya di Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 11 Drama Korea

***

Sinopsis film Angel’s Last Mission: Love, merupakan film drama korea yang siap tayang mulai bulan Mei 2019. Selain Angel’s Last Mission: Love film ini juga dikenal dengan judul Dan, Only Love, drama yang dibintangi oleh L INFINITE dan Shin Hye Sun.

Nantikan juga info terkini Sinosis lainnya dari Topnes diantaranya Drama Korea, Kungfu, China, Bollywood, Filim Aksi dan Sinetron, Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 7 =