Beranda Sinopsis Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 9 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 9 Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 15-16 Drama Korea
Angel,s Last Mission: Love

Topnes.net – Sinopsis Angel’s Last Mission: Love, update lanjutan sinopsis, preview Angel’s Last Mission/ Dan, Only Love episode 9.

Lanjutan sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 9, Kala itu Petir bergumuruh, dan bercahaya dilangit. Sayap dibayangan Kang Woo menghilang, dan Kang Woo berjalan pergi dari sana.

Setelah selesai berciuman, Kim Dan serta Yeon Seo sama2 merasa canggung dan gugup. Lalu hujan pun mulai turun, melihat itu Kang Woo langsung bangkit berdiri dan melangkah mundur.

Kim Dan berusaha untuk masuk ke dalam gedung melalui salah satu jendela yang berada disana, tapi dia tidak bisa.

Lalu disaat itu, Kim Dan tertarik ke atas. Ternyata orang yang melakukan itu adalah Hoo. Dan Kim Dan sangat berterima kasih padanya.

Saat Yeon Seo membuka matanya, dan melihat sebuah payung menutupinya dari hujan, dia pun langsung berbalik. Dan dia tampak kecewa, karena ternyata orang yang memayungin nya adalah Kang Woo.

Kang Woo mengulurkan tangannya untuk mengusap wajah Yeon Seo, tapi dia tidak jadi melakukannya, karena Yeon Seo memalingkan wajah darinya.

Angels Last Mission Love

Kang Woo mempersilahkan Yeon Seo untuk masuk ke dalam mobilnya dan menaruh handuk kering dikaki Yeon Seo agar tidak kedinginan.

***

Ditepi pantai. Dengan perhatian, Kang Woo memakaikan syal putih kepada seorang wanita cantik yang duduk disebelahnya.

Mereka berdua bermain sambil tertawa dengan gembira. Mereka berdua tampak sangat akrab.

***

Dalam perjalanan. Kang Woo menjelaskan latihan apa yang harus Yeon Seo mulai lakukan, dimulai dari besok.

Dan Yeon Seo menyuruh agar Kang Woo mengambil nafas sejenak, dan bertanya kenapa Kang Woo terburu- buru.

Baca juga: Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 7-8 Drama Korea

Yeon Seo teringat tentang apa yang diucapkannya sendiri kepada para wartawan. Dia teringat perkataan Kim Dan yang menyuruhnya agar melihat pada dia saja.

Kang Woo menghentikan mobilnya ditepi jalan.

Di Fantasia. Ru Na berkeliling sambil berteriak memanggil nama Ni Na.

Dan ketika akhirnya dia menemukan Ni Na yang ternyata sedang duduk ditangga dalam keadaan basah kuyup, dan habis menangis. Dia merasa cemas.

Ni Na menarik tangan Kang Woo, dan menahannya. Dia meminta agar Kang Woo jangan pergi.

Karena Kang Woo sendiri yang menyuruh dirinya untuk menjadi egois, jadi dia akan seperti Kang Woo.

Tapi Kang Woo melepaskan tangan Ni Na yang memegangnya, dan mengatakan bahwa dia akan berpura- pura tidak mendengarnya. Lalu dia berbalik dan mau pergi.

Tapi dengan sinis, Kang Woo menanyakan kenapa baru hari ini Ni Na mengatakan ini padanya, hari dimana saingan terbesar Ni Na mengumumkan come-backnya.

Dan Kang Woo kecewa. Lalu dia menyuruh Ni Na untuk jangan membuang waktu, karena dirinya bukanlah Pangeran Tampan seperti yang Ni Na pikirkan.

Ru Na berdiri, dan dengan tegas mengatakan bahwa dia setuju dengan Kang Woo. Ni Na sudah bertindak seperti bayangan, jadi siapa yang akan memperhatikan Ni Na.

Lalu dia menanyakan, dimana harga diri Ni Na, dan apakah Ni Na tidak marah dipandang rendah sebagai balerina serta sebagai wanita juga.

Karena dia saja merasa sangat kesal, tapi Ni Na malah menangis.
“Berhentilah menjadi bayi. Tidak ada yang akan memperbaikinya untuk kamu,” kata Ru Na dengan tegas. Lalu dia pergi.

Kim Dan berjalan mengikuti Hoo dari belakang. Dan merasakan itu, Hoo pun berhenti dan berbalik. Lalu dengan segera Kim Dan menyembunyikan wajahnya.

Kemudian saat Hoo lanjut berjalan, Kim Dan pun kembali mengikutinya lagi.

Kim Dan merasa murung, dan tiba2 dia teringat tentang ciumannya dengan Yeon Seo.

Hoo dengan segera langsung mendekati Kim Dan, dan memperhatikannya dari dekat. Melihat itu, Kim Dan pun merasa sangat terkejut.

Kim Dan langsung membenarkan, dia tidak melakukan dosa, tapi dia merasa seperti melakukannya.

Dan dengan tegas Hoo bertanya, apakah Kim Dan tidak ingin lagi kembali ke atas, dan berubah menjadi debu disini.

Mendengar itu, Hoo menjadi kesal. Dengan kekuatannya dia menahan Kim Dan agar tidak bisa kabur darinya.

Yeon Seo memandangin bulan purnama dilangit. Lalu dia berniat untuk menghubungin Kim Dan, tapi dia ragu dan tidak jadi melakukannya.

Kim Dan pulang dengan langkah pelan. Dan berhenti didepan rumah.

Didalam kamar. Yeon Seo duduk diatas tempat tidur sambil memandang keluar jendela, seperti sedang menunggu Kim Dan.

Kim Dan ingin membunyikan bel, tapi dia ragu dan mundur.
Yeon Seo masih menunggu Kim Dan.

Kim Dan berjalan dengan kepala menunduk. Lalu dia berhenti disebuah toko, dan memesan sebotol soju.

Kang Woo yang kebetulan berada ditoko itu, dan duduk dibelakang Kim Dan. Dia tampak tidak senang mengetahui Kim Dan berada disana.

Saat akhirnya mereka berdua saling bertatapan. Mereka berdua saling menanyakan kepada satu sama lain, kenapa datang kemari pada jam segini.

Kim Dan menolak tawaran itu, dia akan berhenti jika Yeon Seo memecatnya, dan lagian ini bukan urusan Kang Woo. Mendengar itu, Kang Woo membalas bahwa bukankah Kim Dan bilang akan membantunnya, dan apakah Kim Dan melupakan itu.

Kim Dan duduk dibangku taman, dan berusaha memberikan sugesti pada dirinya sendiri.

Kang Woo duduk disofa ruang tamu, dan memperhatikan foto Wanita cantik yang berada dilayar didepannya.

Kang Woo kemudian mengingat kembali perkataan Kim Dan padanya barusan.

Yang mengatakan dia marah karena khawatir Yeon Seo sendirian. Mengingat itu, Kang Woo mengelengkan kepalanya. “Itu karena balet,” gumamnya.

Pagi hari. Ny. Jung membuka semua gorden jendela yang entah mengapa ditutup.

Yeon Seo teringat kejadian semalam, saat dia mau mencium pipi Kim Dan.

Mengingat itu, dengan kesal Yeon Seo menyalahkan Ny.

Jung yang telah berbicara sembarangan, kepadahal Kim Dan sama sekali tidak menyukainya. Lalu dia memperingati Ny.

Jung agar lain kali tidak menyebarkan atau membuat rumor tak berdasar lagi.

Tepat disaat itu, Kim Dan datang dan menyapa semuanya dengan riang. “Selamat pagi,” katanya sambil membungkuk memberikan hormat.

Ny. Jung mau menyampaikan sesuatu, tapi Kim Dan langsung menyela. “Sesuatu yang mendesak muncul.

Tolong katakan padanya bahwa saya minta maaf. Maafkan saya, Nona,” kata Kim Dan dengan sopan.

“Apa yang salah denganmu? Kenapa kamu begitu sopan?” tanya Yeon Seo, heran.

“Saya telah melampaui batas saya. Saya akan fokus pada pekerjaan saya mulai sekarang,” jawab Kim Dan.
“Aku senang mendengarnya,” balas Yeon Seo.

Yeon Seo kemudian berdiri, dan berkata bahwa dia mau pergi ke studio untuk berlatih. Dan dengan segera Kim Dan pun berdiri disampingnya, dan menawarkan lengannya untuk dipegang. Tapi dengan canggung, Yeon Seo cuma memegang ujung baju di lengan Kim Dan saja.

Melihat itu, Ny. Jung merasa curiga ada yang aneh dengan mereka berdua.

Kim Dan serta Yeon Seo berjalan sedikit berjauhan. Kemudian Kim Dan pun berbicara bahwa dia mau membahas tentang kejadian semalam.

Dan Yeon Seo melepaskan pegangannya, lalu dia menyuruh Kim Dan untuk lanjut berbicara.

Kim Dan bingung dengan Yeon Seo, dia membenarkan bahwa sesuatu terjadi diantara mereka semalam.

Dan Yeon Seo membalas bahwa tidak ada yang terjadi diantara mereka.

Saat didalam kamarnya. Karena merasa gelisah, maka Kim Dan pun mencoba untuk membaca, tapi dia malah tanpa sengaja melihat sebuah komik yang bergambarkan pasangan yang sedang berciuman.

Dan melihat itu dia langsung teringat pada Yeon Seo, jadi dia pun menutup komiknya.

Lalu Kim Dan mengambil komik yang lain. Dan gambar dikomik itu juga tentang pasangan yang sedang berciuman. Jadi Kim Dan pun tidak jadi membaca.

Yeon Seo masuk kedalam ruang penyimpanan hal2 tentang balet yang dimilikinya. Dan dia mengambil sebuah sepatu balet miliknya.

Yeon Seo memakai sepatu baletnya. Lalu dia berdiri sambil berpegangan pada tiang pegangan. Dan menarik nafas.
Kim Dan memperhatikannya dari luar pintu.

Yeon Seo mengingat perkataan Tn. Jo, serta perkataan Ny. Jung yang menyuruhnya agar jangan menyia- nyiakan mata Tn. Jo.

Lalu Yeon Seo pun mulai melakukan pemanasan dengan perlahan.
Dan Kim Dan masih berdiri diluar pintu, memperhatikannya.

Yeon Seo mulai menari. Namun tiba2 saja dia teringat kejadian yang membuat kedua matanya buta.

Kejadian Kim Dan yang melindunginnya dari pecahan lampu yang terjatuh. Kejadian dia dan Kim Dan berciuman. Kejadian para wartawan memotretnya.

Lalu mengingat itu, Yeon Seo merasa seperti ada cahaya yang sangat terang menyinarinya, sehingga dia menjadi tidak fokus dan terjatuh.

Melihat itu, Kim Dan langsung masuk dan menghampiri Yeon Seo. Dia memegang kaki Yeon Seo, dan memeriksanya.

Tiba2 saja Kim Dan mendapatkan telpon dari Ni Na, dan dia pun mengangkatnya. Dan ketika Kim Dan menyebutkan Nama Ni Na, disaat itu Yeon Seo mendengarnya.

Yeon Seo keluar mengikuti Kim Dan, dan merebut hapenya. “Apa ini? Mengapa kamu menelpon sekretaris ku?” tanyanya pada Ni Na.

“Apakah itu kamu, Yeon Seo? Aku menelpon Kim Dan, karena aku tidak tahu nomor hape mu. Bisakah kamu keluar sebentar?” tanya Ni Na.

Yeon Seo memandang Kim Dan dengan tajam. Dia menjawab tidak mau kepada Ni Na, dan dia berencana tidak ingin melihat Ni Na, jadi Ni Na tidak perlu menghubungin sekretarisnya lagi.

Lalu setelah mengatakan itu, Yeon Seo mematikan telpon Ni Na.

Setelah konfrensi pers. Beberapa komentar negatif di SNS karena insiden video itu, berubah menjadi dukungan dan dorongan.

Lebih dari 80 persen dari mereka adalah komentar positif. Jelas Ru Na kepada semua pemegang saham.

Dan semuanya bertepuk tangan, mendengar kan berita baik itu.

Ny. Choi maju kedepan dengan percaya diri, dan mulai menjelaskan kabar yang dimilikinya.

Seseorang bernama Ishikawa Seiji yang berasal dari Jepang ada menghubungin secara rahasia. Seiji adalah Pria yang bernilai lebih dari miliaran dolar, sponsor terbesar balet Bolshoi.

Seiji menjadi tertarik pada balet Korea. Dan ini adalah kesempatan besar untuk Fantasia menjadi terkenal di dunia.

Dikantor. Ny. Choi serta Ru Na menjelaskan mengenai Fantasia Night kepada Kang Woo.

Fantasia Night adalah acara yang diadakan untuk para sponsor, mereka akan melakukan pertunjukan, mengadakan pesta, dan menyapa orang juga.

Dan Kang Woo mengerti, tapi dia mempertanyakan kenapa mereka tidak melakukannya diakhir tahun saja, setelah selesai dengan pertunjukan besar.

“Karena kamu dan Yeon Seo mendatangkan malapetaka diteater balet. Jadi semua jadwal kami kacau. Jadi kalian berdua harus datang,” kata Ny. Choi, beralasan.

Ru Na mengomentari Kang Woo yang menyebut ‘balerina- ku’ pada saat ini. Itu berarti Kang Woo tidak peduli tentang siapapun selain Yeon Seo. Dan Ny.

Choi membalas bahwa itu karena Yeon Seo adalah peran utama mereka, dia mengatakan itu sambil tersenyum jahat.

Kang Woo memperhatikan latihan semua orang, dan memberikan saran untuk setiap gerakan mereka bila ada yang salah.

Lalu kemudian dia menjelaskan mengenai Fantasia Night kepada mereka, dan dia merasa bahwa mereka tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa untuk itu.

Latihan antara Ni Na dan Yi Geon dimulai. Bibir mereka berdua bersentuhan diakhir tarian.

Melihat itu, Kang Woo teringat tentang Yeon Seo dan Kim Dan yang berciuman ditaman. Dengan kesal, dia pun berdiri. Dan semuanya menjadi bingung ada apa.

Yeon Seo berlatih menari. Dan ketika harus berputar, dia gagal, lagi, lagi, dan lagi.

Didalam kamar. Kim Dan merasa galau, memikirkan tentang kenapa Kang Woo begitu pendiam, kepadahal ini adalah hari latihan pertama Yeon Seo.

Dan terakhir kali mereka bertemu, Kang Woo tampak sangat marah padanya.

Kim Dan merasa ragu untuk menghubungin Kang Woo yang diberikan nama. Tulang Rusuk di kontak hape nya. Lalu tiba2 saja alarm ayamnya berbunyi, dan dia pun merasa terkejut sendiri.

Selanjutnya di Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 10 Drama Korea

***

Sinopsis film Angel’s Last Mission: Love, merupakan film drama korea yang siap tayang mulai bulan Mei 2019. Selain Angel’s Last Mission: Love film ini juga dikenal dengan judul Dan, Only Love, drama yang dibintangi oleh L INFINITE dan Shin Hye Sun.

Nantikan juga info terkini Sinosis lainnya dari Topnes diantaranya Drama Korea, Kungfu, China, Bollywood, Filim Aksi dan Sinetron, Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

three + 5 =