Beranda Biografi Biografi Iwan Fals Penyanyi Legendaris Indonesia

Biografi Iwan Fals Penyanyi Legendaris Indonesia

Biografi Iwan Fals Penyanyi Legendaris Indonesia
Iwan Fals

Topnes.net Iwan Fals lahir dengan nama Virgiawan Listanto merupakan salah satu penyanyi solo legendaris Indonesia. Pria yang akrab disapa Bang Iwan itu lahir pada di Jakarta, 3 September 1961.

Banyak sekali karyanya dalam sebuah lagu lagu ciptaan beliau dan banyak lagu yang ia ciptakan untuk orang lain atau sebaliknya.

Lagu ciptaan bang Iwan sering mengangkat sebuah kejadian nyata, kehidupan masyarakat Indonesia dan juga kritikan sosial.

Biodata

Nama Lahir: Virgiawan Listanto
Nama Panggung: Iwan Fals
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 3 September 1961
Warga Negara: Indonesia
Profesi: Penyanyi, Aktor
Pasangan: Rosana (m. 1982)
Orangtua: Harsoyo (Ayah), Lies Suudijah (Ibu)

Kritikan lewat lagu atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) menjadi lagu lagu yang masih sangat digandrungi hingga sekarang.

Namun, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Baca juga: Biografi Albert Einstein Ilmuwan Fisika Asal Jerman

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik).

Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olahraga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara.

Kumpulan para penggemar Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada 16 Agustus 1999 bernama Yayasan Orang Indonesia atau yang biasa dikenal dengan OI.

Yayasan ini menampung kegiatan penggemar Iwan Fals. Hingga kini, cabang-cabang OI dapat ditemukan di seluruh pelosok nusantara dan bahkan di luar negeri.

Masa Kecil Iwan Fals

Saat kecil Iwan Fals atau yang biasa kita kenal sebagai Bang Iwan dihabiskan di Bandung, kemudian di Jeddah, Arab Saudi, selama 8 bulan.

Bakatnya dalam musik semakin terlihat pada usia 13, ketika Iwan menghabiskan banyak waktunya bermain di Bandung. Bermain gitar sejak muda atau tua, ia bahkan bernyanyi untuk melatih kemampuannya belajar dan membuat lagu.

Ketika saya di sekolah menengah, Iwan menjadi gitaris di paduan suara sekolah.

Selain itu, ada undangan untuk menghasilkan uang di Jakarta dari seorang produser. Kemudian dia menjual motornya untuk biaya membuat guru.

Iwan membuat album pertamanya dengan Toto Gunarto, Helmi Bahfen dan Bambang Bule, yang bergabung dengan Ambush, tetapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali ke profesi sebagai musisi jalanan.

Album ini sekarang diburu oleh kolektor dan penggemar Iwan Fals.

Setelah memenangkan festival musik country, Iwan bergabung dengan festival lagu komedi.

Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu lucu Iwan direkam dengan Pepeng, Krisna dan Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tetapi mereka juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kelompok-kelompok tertentu.

Hingga akhirnya, perjalanan Iwan bekerja dengan Musica Studio. Sebelum pergi ke Musica, Iwan telah merekam sekitar 4-5 album. Di Musik, lagu-lagu Iwan dianggap lebih serius. Album Bachelor, misalnya, musik ditangani oleh Willy Soemantri.

Keluarga Iwan Fals

Iwan lahir dari pasangan Lies Suudijah asal Tasikmalaya (ibu) dan (alm) Kolonel Anumerta Sucipto asal Purwokerto merupakan anak petinggi di pabrik Gula Kalibagor, Jawa Tengah.(ayah).

Iwan menikahi Rosana, yang akrab disapa “Mbak Yos” pada tahun 1980, hasil dari pernikahannya. Iwan memiliki tiga anak, yaitu (almarhum) Galang Rambu Anarki (1 Januari 1982 – April 1997), Annisa Cikal Rambu Bassae (1985) dan Raya Rambu Rabbani. (22 Januari 2003).

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok BUNGA dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.

Setelah Meninggalnya Galang Rambu Anarki lalu Iwan Fals Mendirikan Sebuah Ormas Berbentuk Fans yaitu OI (Orang Indonesia)

Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).

Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada tahun 1986.

Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya.

Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.

Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun.

Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Kp. Leuwinanggung No. 19 Tapos, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada tahun 1999, Iwan berkolaborasi dengan Farid Bento. Pada tahun 2002, Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri.

Dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kehilangan Galang. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Ros) juga ikut menyumbangkan suaranya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − nine =