Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Episode 13-14 Part 1 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 13-14 Part 1 Drama Korea

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net Sinopsis Different Dreams Episode 13-14 Part 1 Drama Korea, lanjutan sinopsis preview, recap Different Dreams Fukuda melihat Young Jin duduk dengan pria lain di kafe di seberang jalan.

Pria itu, Won Bong. Won Bong bertanya, bagaimana dengan Rumah Sakit Umum Pemerintah Joseon?

Young Jin kemudian meminta rencana Won Bong.

Won Bong meminum tehnya, lalu mengatakan, yang tidak ia percaya adalah orang2 di sekitar Young Jin.

Young Jin tanya, apa itu karena ia putrinya Hiroshi.

Young Jin meneguk tehnya. Perlahan ia menatap ke arah Fukuda yang masih mengawasinya. Ia terkejut.

 Different Dreams

Won Bong lantas memberitahu Young Jin identitas barunya.

Fukuda melihat Young Jin beranjak dari duduknya bersama pria itu.

Baca juga: Sinopsis Drama Korea Abyss Episode 8

Won Bong menggunakan kacamata dan mengajak Young Jin pergi.

Fukuda sudah berada di Kepolisian Jongno. Ia memeriksa laporan yang diberikan Matsuura.

Fukuda bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. Matsuura menjawab kata2 Fukuda. Fukuda berbalik dan menatap Matsuura.

Fukuda ingin pergi, tapi ia balik lagi karena teringat sesuatu yang masih mau ia katakan.

Di ruangannya, Matsuura berteriak marah dan menjatuhkan barang2nya yang ada di meja.

Fukuda yang masih di lorong, tersenyum mendengarnya.

Fukuda sedang berada di kantor Oda. Fukuda mengatakan, ia memeriksa beberapa dokumen yang dikumpulkan tim Matsuura dan curiga, seseorang membocorkan informasi dari kantor Oda.

Oda kaget, maksudmu Matsuura?

Seorang pasien pria yang pernah membuat keributan di Klinik Jahye saat Young Jin menolongnya, Kini pria itu, duduk di beranda rumahnya. Tak lama, putrinya keluar membawakannya makanan.

Daiki tiba2 datang ke rumah mereka. Sontak, pria itu marah karena Daiki berani menginjakkan kaki di rumahnya.

Daiki melihat lauk makan siang pria itu. Ia mencokok lauknya dengan tangannya dan mencicipinya.

Sesusah Daiki pergi. Pria itu marah dan membuang lauk yang disentuh Daiki tadi.

Putrinya langsung membereskan lauk yang dibuangnya.

“Biarkan saja! Si bedebah menjijikkan itu sudah menyentuhnya!”

Pria itu masuk dan tidak jadi makan.

Dari kejauhan, Seung Jin menatap mereka dengan wajah sedih.

Di ruangan rahasia Butik Hyehwa, Majar sedang membuat bom, disaksikan Nam Ok dan Jung Im.

Nam Ok takjub, itu peledak hitam yang terkenal hebat itu?

Majar langsung menyuruh Nam Ok diam. Ia bilang, ucapan Nam Ok hanya akan membawa sial.

Giliran Jung Im yang tanya.

Sontak Nam Ok kesal karena Majar bicara dengan manis saat Jung Im yang bertanya. Ia menjambak rambut Majar. Majar kesakitan. Jung Im menyuruh Nam Ok berhenti.

Seung Jin pulang. Jung Im yang hendak kembali ke atas, menegur Seung Jin tapi Seung Jin diam saja dan langsung berbaring.

Nam Ok memarahi Seung Jin yang menurutnya berkeliaran gak jelas di jalan. Tapi Seung Jin tidak mempedulikannya.

Nam Ok marah dan mau memberi Seung Jin pelajaran tapi dicegah Jung Im. Nam Ok mengerti. Jung Im pun beranjak ke atas.

***

Fukuda ke Butik Hyehwa.

Jung Im yang tidak tahu siapa Fukuda, menyambut Fukuda seperti menyambut pelanggan biasa.

Baca juga: Sinopsis Arthdal Chronicles, Episode 1

Majar langsung tegang, apalagi saat Fukuda menatapnya.

Fukuda lalu menatap Won Bong. Won Bong berdiri dan menyambut Fukuda seperti menyambut pelanggan biasa.

Majar mulai mengukur Fukuda.

Di dekat pintu, Seung Jin dan Nam Ok mulai waspada.

Majar berkata, ia sudah mencatat ukurannya.

Fukuda mengerti.

Jung Im menyuruh Fukuda datang 3 hari lagi untuk mengepas pakaian.

Won Bong menanyakan nama Fukuda. Tak lama kemudian Fukuda pun pergi.

Saat Fukuda pergi, Majar langsung menarik napas lega.

Won Bong menemui Nam Ok dan Seung Jin. Nam Ok langsung memarahi Seung Jin begitu tahu siapa Fukuda.

Won Bong meminta Seung Jin bersabar. Ia berjanji, akan mencari jalan keluarnya.

Young Jin sampai di rumah dan mendapati Hyun Ok sedang duduk di ruang tengah sambil menatap bingkisan yang berisi kimono.

Hyun Ok berkata, ia baru kali ini melihat sesuatu yang sangat cantik seperti itu..

Hyun Ok lalu mengajak Young Jin makan. Ia bilang, ia membeli jeli buckwheat di Jincheon.

Young Jin mengangguk sembari tersenyum. Begitu Hyun Ok pergi, Young Jin menatap kimono itu dengan kesal.

Lalu ia ingat kata2 Won Bong saat mereka duduk di kafe.

Young Jin melemparkan kimononya ke kasur. Ia benar-benar kesal.

***

Won Bong dan Nam Ok menuju suatu tempat. Tanpa mereka sadari, mereka diikuti anggota tim Matsuura.

Won Bong dan Nam Ok tiba di Apotek Seohwa yang menjadi lokasi persembunyian rahasia Pemerintah Sementara.

Won Bong melihat salah satu obat dan menatap tajam si pemilik toko.

Won Bong lalu mendekati si pemilik toko. Ia mau bicara, tapi langsung disuruh diam oleh si pemilik toko.

Si pemilik toko berkata, mereka sedang diawasi polisi.

Won Bong dan Nam Ok kemudian beranjak pergi. Sementara anggota Matsuura masih terus mengikuti mereka.

Se Na masuk ke ruangan Oda, mengantarkan minuman untuk Oda dan Fukuda.

Saat itu, Oda dan Fukuda tengah membicarakan soal dana yang diantar ke Lee Soon Goo.

Se Na beranjak keluar. Fukuda dan Oda langsung menatap tajam padanya.
.Di Hyehwa, Seung Jin menatap sebuah syal yang ada di leher manekin. Sepertiya dia ingin memberi syal itu pada wanita itu.

Melihat itu, Jung Im mendekati Seung Jin.

Jung Im kemudian mengambil syal itu dan memberikannya pada Seung Jin membuat Seung Jin tertegun.

Won Bong dan pria si pemilik apotik bertemu di sebuah kedai. Dan membuat pria itu kaget atas pertemuannya dengan Won Bong.

Mereka lantas masuk ke inti pembicaraan. Pria itu tanya, apa yang dibutuhkan Won Bong.

Suatu malam Nam Ok makan dengan lahap. Won Bong duduk di depan perapian.

Won Bong lantas duduk di depan Nam Ok.

***

Fukuda menatap Matsuura dan tanya keberadaan Lee Soon Goo.

Fukuda terenyum. Matsuura merasa heran lantas menanyakan ada apa.

Fukuda mengajak Matsuura bersama timnya untuk pergi ke kantor Oda. Sontak, Matsuura dan tim nya bingung.

Fukuda meminta mereka mengikutinya saja jika mau tahu.Fukuda membawa mereka menemui Sena.

Sena pun berkata, Oda sedang tidak ada di tempat.

Fukuda lalu menyuruh Matsuura masuk. Sena pun bingung. Fukuda lantas menunjukkan surat yang sudah dibubuhi cap.

Fukuda menyuruh Matsuura menangkap Sena. Terpaksalah Matsuura menangkap Sena.

Setelah Sena dibawa pergi anggotanya, Matsuura coba tersenyum pada Fukuda. Fukuda membalasnya dengan tersenyum lebar.

Matsuura menemui Sena di ruang interogasi.

Matsuura mencengkram bahu Sena dan meminta Sena mendengarkannya baik2.

Hiroshi datang bersama Young Jin. Young Jin terlihat cantik sekali.

Seluruh rekan2 Young Jin sesama dokter, memuji kecantikan Young Jin.

Madam Yoo datang dan memberi ucapan selamat pada Hiroshi.

Madam Yoo lalu melirik Young Jin. Young Jin langsung memperkenalkan diri.

Ishida menatap Young Jin dari jauh dengan tatapan waspada.

Tak lama, Tuan Noda datang bersama Kenta.

Hiroshi berterima kasih atas kedatangan Tuan Noda. Tuan Noda berkata, Miki lah yang memaksanya datang.

Oda dan Kenta sama2 memberi ucapan selamat pada Hiroshi. Setelah itu, perhatian keduanya tertuju pada Young Jin.

Di ruangannya, Miki sedang bersiap2.

Acara dimulai. Tuan Noda naik ke panggung, memberikan pidato

Different Dreams

singkat.

Fukuda baru datang dan tertegun melihat Young Jin.

Miki mulai bernyanyi. Semua hadirin menikmati nyanyian Miki.

Young Jin ikut tersenyum. Fukuda menatap Young Jin penuh cinta.

Fukuda menghela nafas, lalu beranjak mendekati Young Jin. Young Jin terkejut melihat Fukuda.

Fukuda lantas membisikkan sesuatu ke Young Jin. Young Jin tersenyum dan pergi bersama Fukuda.

Miki yang melihat itu cemburu. Tapi di depan tamu undangan, ia coba tersenyum dan menyanyi dengan ceria.

Fukuda dan Young Jin bicara diluar. Namun Young Jin diam saja, membuat Fukuda tambah panik.

Young Jin lalu mengajak Fukuda berjabat tangan. Fukuda menjabat tangan Young Jin. Keduanya tersenyum.

Fukuda melepas mantelnya. Ia bermaksud memakaikan mantelnya pada Young Jin. Tapi kemudian, ia tersenyum malu.

Dari balkon, Miki memperhatikan mereka. Ia terluka melihat Fukuda memakaikan mantel ke Young Jin.

Young Jin dan Fukuda lalu beranjak pergi.

Di dalam salah satu kamar, Tuan Noda menasehati Hiroshi, Oda dan Kenta. Tuan Noda bilang, bahwa anjing dan wanita harus dipukul tiap tiga hari agar mau menuruti mereka.

Hiroshi tampak kesal dengan ucapan Tuan Noda, tapi ia berusaha menahan diri.

***

Setelah Noda pergi, Oda bicara dengan Kenta dan Hiroshi. Kenta tertawa dan langsung menatap Oda.

Hiroshi pamit dan pergi. Oda kesal.

Hiroshi dan Young Jin dalam perjalanan pulang.

Hiroshi tanya, apa Young Jin pernah merasa tidak nyaman atau terbebani selama hidup sebagai putrinya.

Young Jin terdiam. Hiroshi lantas menatap Young Jin.

Hirosh tersenyum mendengarnya.

Young Jin lantas memegang tangan ayahnya. Hiroshi terkejut lalu balas menggenggam tangan Young Jin.

Setelah itu, Young Jin mengalihkan wajahnya keluar jendela. Wajahnya pun kembali dingin.

Besoknya di rumah sakit, Hiroshi bilang pada Young Jin kalau ia tak bisa membiarkan posisi wakil direktur kosong terlalu lama.

Young Jin tertegun. Hiroshi lalu beranjak pergi.

***

Nam Ok, Majar dan sekelompok orang pergi ke pabrik mesiu Joseon.

Di pintu masuk, mereka diperiksa penjaga.

Nam Ok berkata, mereka disuruh Pak Kim dari apotek datang ke sana.

Pria yang memimpin penjagaan yang ternyata komplotan Pak Kim, mengerti lalu berbisik, meminta mereka hati2.

Pria itu lalu mempersilahkan Nam Ok dan Majar lewat.

Nam Ok dan Majar mulai mencari nitrogliserin, komponen utama membuat dinamit.

Setelah menemukannya, mereka bergegas pergi.

Polisi yang menjaga pintu masuk tadi, mendengar ribut2 dan langsung memeriksa tapi tidak menemukan siapa pun. Dia pun bergegas pergi.

Setelah polisi pergi, Majar mendekati Nam Ok. Nam Ok berbalik dengan hati2 sambil memegangi kaleng itu.

Majar mulai menangis.

Nam Ok memarahi Majar karena tidak hati2.

Anggota Korps Pahlawan yang lain juga sibuk memindahkan bahan2 peledak itu ke mobil.

Setelah itu, mereka semua langsung pergi.

Jung Im memainkan kaleng itu. Sontak, Majar dan Nam Ok panic dan meminta Jung Im hati2.

Setelah itu, Majar memeluk Nam Ok.

Jung Im tertawa melihatnya.

Nam Ok lantas meminta Seung Jin mengatakan sesuatu padanya.

Seung Jin mengangkat tangannya lalu kembali sibuk dengan pikirannya.

Nam Ok lalu menanyakan Won Bong. Jung Im bilang, Won Bong ada tamu dari Shanghai.

Mereka lalu tertawa.

Sementara Seung Jin terus menatap syal dari Jung Im.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 1 =