Beranda Sinopsis Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 4, Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 4, Drama Korea

Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 15-16 Drama Korea
Angel,s Last Mission: Love

Topnes.net – Sinopsis Angel’s Last Mission: Love episode 4, lanjutan sinopsis Angel’s Last Mission: Love pada episode kali ini Kang Woo mengunjungi Fantasia. Dia berhenti melatih para penari menari, mematikan musik yang dia mainkan.

Kang Woo mengomentari tarian semua pemain selama 3 tahun terakhir yang selalu diadakan di sana, dan bertanya apakah mereka bisa disebut sebagai perusahaan balet terbaik.

Ni Na bertanya, apakah Kang Woo ada menonton pertunjukan mereka secara langsung. Karena tarian dan musik mereka mungkin tidak sesempurna dalam video, tapi dia dan semua orang melakukan yang terbaik di atas panggung.

Ni Na melawan. Dan Kang Woo terus membalas dengan jawaban yang masuk akal. Lalu karena Ni Na terus saja keras kepala, maka Kang Woo pun langsung menyela nya saat berbicara.

Mendengar itu semua orang terkejut, karena mereka sudah berlatih. Ru Na pun angkat suara, dia memberitahu Kang Woo bahwa mereka sudah mengeluarkan jadwal selama setahun.

Pelatih masuk ke dalam, dan dengan keras mengatakan, ‘berhenti, berhenti. berhenti’ Lalu dia menanyakan kepada Kang Woo, siapa yang memberikan Kang Woo hak untuk mengubah program dan memilih ballerina utama.

Si Pelatih merasa kesal, dan berteriak kepada mereka bahwa mereka harus mengikutinya dan praktek. Tapi semua orang mengabaikannya. Si Pelatih lalu mendekati Ni Na, dan mengatakan bahwa Ni Na setidaknya harus mengikutinya, karena dialah yang telah membesarkan Ni Na.

Ny. Choi masuk ke dalam ruangan sambil bertepuk tangan dengan keras. Lalu secara resmi, Ny. Choi memperkenalkan Kang Woo yang mulai hari ini akan bergabung bersama dengan mereka di Fantasia. Direktur Ji Kang Woo.

L (Kim Dan) datang ke rumah Yeon Seo untuk melakukan wawancara kerja. Tapi sebelum dia masuk, dia berjumpa dengan beberapa orang yang baru saja selesai melakukan wawancara. Dan mendengar serta melihat mereka semua, Kim Dan merasa heran.

Orang pertama memberitahu Kim Dan untuk jangan bernafas dengan keras, sebab dia tidak di terima karena itu. Orang selanjutnya tidak diterima karena nafasnya bau.

Orang selanjutnya lagi sampai tidak bisa berjalan dengan benar, ketika keluar dari dalam rumah.

Setelah selesai mewawancarai semua orang, Ny. Jung mengomentari Yeon Seo.

Tapi Yeon Seo tidak peduli, dan tidak mau melakukan itu. Karena tidak peduli seberapa banyak mereka, tapi mereka tidak bisa menyerupai Tn. Jo.

Ny. Jung menjelaskan bahwa ini semua demi kebaikan Yeon Seo. Beberapa orang menggunakan teddy bear sebagai pengganti orang yang sudah meninggal.

Kim Dan masuk ke dalam rumah, dan menabrak lampu hias di dalam rumah, karena tidak berhati- hati ketika berjalan. Dan hal itu mengejutkan, Yeon Seo serta Ny. Jung.

Ny. Jung merasa bingung, karena setahunya daftar pendaftar yang datang untuk wawancara sudah selesai. Dan Kim Dan menekan kan bahwa dia ada didalam daftar itu. Ny.Jung pun memeriksa nya, dan itu benar, ada resume milik Kim Dan.

Yeon Seo memperhatikan sapu tangan putih yang berada disaku jas Kim Dan. Melihat itu, dia merasa seperti mengenali sapu tangan itu, dan pernah menyentuhnya.

Ny. Jung memberikan berbagai barang kepada Kim Dan, serta menjelaskan berbagai hal yang harus Kim Dan ingat. Pertama, ada alat yang harus Kim Dan letakan disebelah tempat tidur, ketika alat itu berbunyi, maka Kim Dan harus langsung berlari ke Yeon Seo. Alat itu berbentuk bundar seperti anak ayam yang menetas dan bercahaya kelap- kelip.

Kedua ada alarm kecil yang harus Kim Dam bawa kemana- mana, saat alarm itu berbunyi Kim Dan harus datang kepada Yeon Seo. Selanjutnya ada buku jurnal tentang balet, daftar yang dibenci Yeon Seo, dan transplantasi kornea. Dan yang paling penting adalah kontrak kerja Kim Dan.

Menerima semua barang itu, Kim Dan merasa terkejut. Karena sangat banyak.

Ny. Jung melihat ke sekeliling, dan menanyakan dimana barang- barang Kim Dan. Lalu dia mengomentari bahwa Kim Dan ternyata adalah anak yang bermasalah juga, di usir keluar dengan tangan kosong.

Kim Dan melihat ke sekelilingnya. Lalu dengan semangat, dia mengepalkan tangannya dan mengatakan,” Aku berhasil mendekatinya. Yes.”

Ny. Jung melaporkan kepada Yeon Seo bahwa Kim Dan sudah pindah masuk ke dalam sekarang. Lalu dia menjelaskan bahwa seseorang yang berkebalikan dari Tn. Jo bisa lebih baik, daripada seseorang yang mirip tapi tidak seperti Tn. Jo.

Dan Yeon Seo membalas bahwa dia masih belum mempercayai omongan tentang teddy bear dan semacamnya.

Pagi hari. Kim Dan terbangun karena suara alarm yang dibunyikan oleh Yeon Seo. Awalnya ketika mendengar suara itu, Kim Dan kebingungan darimana asal suara itu.

Namun saat dia menemukan alarm tersebut diatas tempat tidurnya, dia pun tersadar apa itu.

Yeon Seo memencet alat kecil yang berhubungan dengan alarm Kim Dan. Sambil memperhatikan jam kecil di tangan sebelahnya. Kemudian saat Kim Dan akhirnya datang, dia langsung mengomentari Kim Dan.

Yeon Seo membawa Kim Dan ke tempat latihan bela diri. Disana Kim Dan menerima pelatihan yang keras dan menyakitkan untuknya. Sementara Yeon Seo, dia hanya duduk memperhatikan.

Si Pelatih menarik Kim Dan yang mau melarikan diri, dan menjepit lehernya. Dengan kesakitan, Kim Dan memohon agar dilepaskan. Dan melihat itu, Yeon Seo memberikan tepuk tangan dengan wajah datar.

Dirumah. Yeon Seo memeriksa seluruh kebersihan dirumahnya. Pertama, piano, ketika dia menggosokan dengan jarinya, dia masih menemukan debu halus. Dia lalu memanggil pelayan yang bertanggung jawab, dan menyuruhnya keluar.

Selanjutnya lantai koridor. Disana Yeon Seo menemukan beberapa helai rambut, dan dengan segera para pelayan pun langsung membersihkannya. “Kamu sebut ini bersih? Lakukanlah lebih baik. Bersihkan dengan benar!” teriak Yeon Seo.

Melihat itu, Kim Dan merasa terkejut, karena rambut itu cuma ada beberapa helai saja dilantai, tapi Yeon Seo begitu teliti dan lalu memarahi pelayan dengan keras.

Saat makan. Yeon Seo memarahi para pelayan yang tidak bisa membuat makanan sesuai dengan kalori yang benar. Jadi dia tidak mau memakannya.

Dan dengan terpaksa Kim Dan pun harus meninggalkan makanannya yang belum sempat disentuhnya sama sekali. Karena dia harus menemanin Yeon Seo, atau lebih tepatnya memberikan lengannya untuk dipegang oleh Yeon Seo.

Dihalaman. Yeon Seo mencabut bunga kuning indah yang berada disana. Dan melihat itu, Kim Dan kembali berpikir didalam hatinya.

Didalam kamar. Kim Dan duduk didekat jendela bundar, dan memperhatikan tanggal dikalender.

Saat berada di studio. Ni Na sedang berlatih balet sendirian. Dia berlatih sambil mengingat kenangan lamanya. Dulu saat Yeon Seo berlatih dan diajarkan oleh pelatih, dia akan memperhatikannya dengan baik dan mengikuti gerakannya. Namun karena Yeon Seo sangat hebat, terkadang dia sulit mengikuti gerakannya.

 

Ni Na kmengingat perkataan Yeon Seo yang menyebutnya sebagai bayangan. Serta komentar Kang Woo mengenai penampilannya. Mengingat semua itu, Ni Na merasa frustasi dan berlatih semakin keras. Dia berputar-putar, dan tanpa sengaja dia kemudian malah terjatuh.

Kang Woo masuk ke dalam kamarnya. Dan didalam sana ada tertempel, foto Ny. Choi, Tn. Choi, Geum Ru Na, Geum Ni Na, Yeon Seo, dan tiga orang lain lagi.

Kang Woo kemudian menghubungin seseorang dan menanyakan keadaan Yeon Seo. Lalu setelah mendengar bahwa Yeon Seo sudah bisa berjalan, karena Yeon Seo telah ada mempekerjakan sekretaris baru. Kang Woo pun mematikan telponnya.

Sambil melipat baju, Tn. Choi berbicara kepada Ny. Choi yang sedang melakukan yoga. Dia mengatakan bahwa Ny. Choi tidak perlu khawatir, karena Yeon Seo baru saja selesai dioperasi setelah 3 tahun tidak bisa melihat, jadi tidak mudah untuk Yeon Seo kembali pada balet.

Sementara itu Ny. Choi merasa cemas, bagaimana bila Yeon Seo meminta kembali yayasan darinya, karena sekarang kan Yeon Seo sudah bisa melihat. Dan dengan mudah, Tn. Choi membalas bahwa tentu saja mereka harus mengembalikannya, karena itu aslinya adalah memang milik Yeon Seo.

Tapi Ny. Choi tidak mau. Karena dia tidak mau kembali kepada kehidupan mereka dulu yang memiliki banyak hutang.

Yeon Seo marah, karena Kim Dan ikut campur pada urusannya. Dan dia mengungkit mengenai kontrak Kim Dan. Dengan kesal, Kim Dan pun membalas bahwa dia bahkan belum ada menanda tanganin kontraknya, serta dia tidak bisa menerima sikap kasar Yeon Seo kepada para pelayan.

Kim Dam baru menyadari hal itu ketika dia tanpa sengaja melihat pantulan dirinya sendiri di depan kaca jendela. Dan dia pun menjadi sangat panik, kenapa sayapnya bisa tiba- tiba muncul dan tidak mau tertutup lagi.
Tepat disaat itu, alarm nya berbunyi. Sehingga dia semakin panik harus melakukan apa.

Yeon Seo menekan tombol alarm berkali- kali, dan menunggu. Tapi Kim Dan tidak juga muncul- muncul. Lalu saat dia melihat ke halaman, dia merasa heran, karena Kim Dan tidak berada disana.

Kim Dan menyelinap masuk secara diam- diam ke dalam rumah, karena dia takut sayap dipunggung nya akan terlihat. Dan ketika akhirnya, dia berhasil masuk ke dalam kamarnya sendiri, dia pun merasa sedikit lega. Lalu dia berusaha untuk menutup sayapnya, tapi sayapnya sama sekali tidak tertutup.
“Ampun, ini membuatku gila. Ampun!” keluh Kim Dan, panik. Kemudian tiba- tiba saja terdengar suara tongkat Yeon Seo, sehingga dia pun semakin panik.

Yeon Seo mencoba membuka pintu kamar Kim Dan, tapi Kim Dan menahannya dari dalam, sehingga dia tidak bisa membukanny. Lalu tiba- tiba saja terdengar suara sesuatu yang pecah, jadi Yeon Seo pun berjalan pergi menuju kearah sumber suara.

Saat melihat pecahan kaca jendela yang berserakan di lantai. Yeon Seo teringat mengenai kecelakaan yang membuat matanya buta. Dan dia pun merasa sangat ketakutan. Dia merangkak menjauhi pecahan kaca jendela tersebut.

Kang Woo sampai di depan rumah Yeon Seo sambil membawa cake yang dibelinya. Lalu dia memencet bel rumah.

Lampu diatas Yeon Seo bergoyang- goyang, dan lalu lampu itu akan jatuh mengenai Yeon Seo. Melihat itu Yeon Seo sama sekali tidak bisa bergerak, karena dia merasa sangat ketakutan. Tapi untungnya, sebelum lampu tersebut jatuh mengenainya. Kim Dan datang dan melindunginnya.

Yeon Seo lalu membuka matanya, dan memandang Kim Dan yang memiliki sayap.

Anak perempuan yang memakai payung itu melindungin anak laki- laki tersebut, yang hampir saja terjatuh ke dalam laut, saat hujan.

Selanjutnya di Sinopsis Angel’s Last Mission: Love Episode 5 Drama Korea.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

8 + ten =