Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 11-12 Part 1

Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 11-12 Part 1

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net – Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 11-12 Part 1, kisah selanjutnya Won Bong dan Young Jin meninggalkan toko. Young Jin tersenyum pada Won Bong.

Won Bong dan teman-temannya mulai menyelinap ke markas Murai.

Seung Jin dan Majar menarik sebuah gerobak ke dalam terowongan. Saat Tentara Murai memergoki mereka, mereka bergegas kabur.

Dua tentara memeriksa gerobak yang dibawa Seung Jin dan Majar. Mereka terkejut melihat jasad teman mereka di dalam sana. Seorang dari mereka, membunyikan peluit, memanggil rekan rekannya.

Seorangnya lagi kembali melihat jasad rekan mereka dan menemukan sebuah bom disana. “Berlindung!” teriak salah salah satu dari mereka.

Mereka pun berlarian keluar terowongan untuk menyelamatkan diri tapi bom keburu meledak.

Gwang Sim dan 3 rekannya sesama milisi, menembaki para tentara Kwantung.

Baca juga: Sinopsis Drama Korea Different Dreams Episode 1-2, Part 1

Won Bong dan Young Jin menyelinap ke ruangan lain dan langsung menembaki tentara jaga disana.

Nam Ok mengambil spot di balik bebatuan dan mulai menembaki satu per satu tentara.

Won Bong nyaris saja tertembak, tapi untunglah ia sempat menghindari peluru yang dimuntahkan satu tentara Kwantung dari atas. Won Bong lantas dengan cepat, menembak tentara itu.

Setelah itu, ia dan Young Jin merangsek ke dalam, menuju tempat Murai berdiam. Murai terbangun saat mendengar suara tembakan.

Young Jin terus menembaki setiap tentara yang ia temui.

Setelah itu, Won Bong dan Young Jin langsung mencari Murai. Tapi sampai di depan pintu ruangan Murai, mereka dihujani tembakan yang dimuntahkan Murai dari dalam.

Won Bong pun langsung mendorong Young Jin ke dinding dan melindunginya.

Diluar, Nam Ok membidik Murai dan menembaknya. Tapi peluru Nam Ok meleset. Nam Ok kesal setengah mati.

Setelah tembakan di pintu berhenti, Won Bong masuk duluan ke dalam dan baku hantam dengan Murai.

Murai menembak ke segala arah saat Won Bong menyerangnya dengan tangan kosong.

Beberapa saat kemudian, Won Bong berhasil menjatuhkan Murai. Ia kemudian menginjak leher Murai.

Young Jin mendekat. Melihat Young Jin, Murai pun sadar mereka datang untuk membalaskan kematian Tae Joon.

Lalu Murai berkata, mereka tidak akan bisa keluar hidup2 dari markasnya.

Kesal, Won Bong memasukkan senjatanya ke mulut Murai. Murai sontak ketakutan.

Young Jin menatap Won Bong. Tangisnya mengalir perlahan. Won Bong mengangguk dan mengeluarkan senjatanya dari mulut Murai. Murai tertawa, mengira dirinya bebas.

Tapi tawanya sirna melihat Young Jin mengarahkan senjata padanya.

“Mati lah.” ucap Young Jin, lalu menembak mati Murai.

Diluar, Seung Jin dan Gwang Sim berlari menuju mobil tentara Kwantung.

Nam Ok greget karena Won Bong sangat lama.

Won Bong memecahkan kaca jendela.

Bersamaan dengan itu, Seung Jin dan Gwang Sim menghentikan mobil yang mereka naiki tepat dibawah jendela.

Won Bong menatap Young Jin. “Kau percaya padaku?” tanya Won Bong.

Young Jin mengangguk. Won Bong dan Young Jin bergegas melompat ke atas mobil.

Nam Ok senang melihatnya. Saking senangnya, ia sampai jatuh dari bebatuan.

Setelah itu, Seung Jin dan Gwang Sim bergegas melajukan mobil.

Won Bong dan Young Jin masih terus menembaki para tentara yang coba memburu mereka.

flashback saat Majar masuk ke kandang ayam, untuk mengambil sebuah kotak kayu.

Majar lalu membuka kotak itu di hadapan semuanya. Isinya puluhan batangan emas.

Won Bong kembali melanjutkan ceritanya.

Won Bong cs berpisah dengan pasukan Milisi.

Pada saat itu Won Bong, Nam Ok dan Young Jin sudah berada di Stasiun Shinkyeong di Manchuria. Seung Jin dan Majar ikut bersama mereka. Tapi mereka berdiri agak berjauhan supaya tidak terlalu mencolok.

Young Jin mendekati Won Bong. Young Jin lantas mendekatkan tubuhnya ke Won Bong. Ia lantas berbisik.

Won Bong tersenyum. Lalu Won Bong mengajak Young Jin berjabat tangan. Saat Young Jin menjabat tangannya, Won Bong menarik Young Jin ke dalam pelukannya. Young Jin sontak kaget.

Nam Ok yang berdiri di belakang dengan Seung Jin kaget. Seung Jin tersenyum dan Majar memaklumi.

Hiroshi resmi diangkat sebagai Direktur RSU Pemerintah menggantikan Taro, oleh Saito, Gubernur Jenderal Joseon.

Kenta dan Oda sedang membahas kematian Tae Joon. Oda yakin, pasukan kemerdekaan Joseon akan mencari sumber dana lain.

Majar dan Young Jin tiba di Stasiun Gyeongseong. Young Jin berbisik, meminta Majar tidak bicara bahasa Joseon selain dengannya. Majar mengerti.

Keduanya lantas keluar dari Stasiun. Di pintu keluar, mereka diperiksa terlebih dahulu oleh penjaga.

Polisi bertugas memeriksa identitas Young Jin. Young Jin menjelaskan pada mereka, bahwa Majar baru pertama kali mengunjungi Gyeongseong dan akan segera mendapatkan sertifikasi pendaftaran orang asing. Polisi yang memeriksa mereka, melirik atasannya.

Si atasan, menanyakan kewarganegaraan Majar. Majar pura-pura tidak mengerti bahasa mereka dan menjawabnya dengan Bahasa Rusia.

Young Jin memberikan tasnya. Si atasan menggeleng dan menunjuk ke arah tas Majar. Majar meletakkan tas nya di meja. Pria itu mengambil tas Majar dengan kasar dan memeriksanya dan menemukan tumpukan baju serta benang disana. Tak percaya begitu saja, pria itu membongkar tumpukan baju dan menemukan alat pembuat bom.

“Apa ini?”

Majar gugup. Hampir saja ia menjawab. Tapi Young Jin buru2 menjelaskannya. Young Jin bilang itu besi panas.

“Kau bilang dia penjahit.” “Dia membuat jas dan sepatu. Dia membuat sepatu tanpa menjahit bagian atasnya. Dia menggunakan besi untuk melelehkan lem.” jawab Young Jin.

Pria itu mengembalikan tas Majar. Lalu ia tersenyum pada Young Jin dan mengembalikan identitas Young Jin serta mengucapkan selamat datang.

Young Jin tersenyum dan bergegas pergi. Majar mengambil tasnya dan langsung mengikuti Young Jin. Setelah mereka pergi, pria itu melapor pada Matsuura.

“Ini Taro. Lee Young Jin datang ke Gyeongseong. Dia membawa orang Korea-Rusia.”

“Adakah yang mencurigakan?” tanya Matsuura.

“Aku memeriksa tasnya, tapi tidak ada yang mencurigakan.” jawab Taro.

“Baiklah. Pastikan kau memeriksa semua orang dari Manchuria.” ucap Matsuura.

Usai bicara dengan Taro, Matsuura menemui Daiki.

Matsuura kesal, beri tahu aku begitu Kimura kembali.

Daiki mengerti. Matsuura bergegas pergi.

Won Bong di Shanghai. Seorang pria mengawasinya dari kejauhan saat ia bertemu dengan Kim Goo di sebuah restoran.

Won Bong tersenyum, hanya karena penasaran. Kim Goo membalas senyuman Won Bong.

Baca juga: Sinopsis Different Dreams Episode 5-6 Part 1 Drama Korea

Kim Goo lantas menyuruh Won Bong ke Imcheonggak di Andong.

Won Bong tersenyum. Lalu ia berdiri dan meletakkan tas besar di atas meja.

Won Bong kemudian pergi.

Young Jin ke RSU Pemerintah. Dari kejauhan, Fukuda menatap Young Jin, dalam mobilnya.

Fukuda kemudian melihat seorang pria yang entah mengawasi Young Jin atau dirinya. Pria itu, Kimura, orangnya Hiroshi.

Setelah Young Jin masuk, Kimura bergegas pergi.

Fukuda teringat kesalahpahamannya dengan Young Jin di Shanghai.

Flashback…

Young Jin marah, ia tanya apa Fukuda sedang mencoba memanfaatkannya untuk menemukan Tae Joon.

Fukuda berusaha menjelaskan, tapi Young Jin tak mau mendengar.

Flashback end…

Fukuda lalu teringat kata-kata Hiroshi. Fukuda lantas menemui Oda.

Saat berbincang Fukuda membantah, tidak, bukan begitu. Oda tersenyum, bagus. Aku akan pergi menemui Kenta.

Malam pun tiba. Young Jin duduk bersama Hiroshi. Hyun Ok kemudian datang membawakan camilan.

Hyun Ok gembira mendengarnya.

Young Jin senang.

Sekembalinya ke kamar, Young Jin melihat tulisan di halaman pertama buku Bluebird nya.

“Aku mengizinkan Bluebird”

Lalu ia ingat kata2 Won Bong saat mereka di Manchuria.

Terakhir, ia ingat saat mereka berjabat tangan di stasiun Manchuria.

Young Jin lalu menutup buku bluebird nya.

Ishida mulai memeriksa isi kendi minuman yang diberikan Hiroshi pada Direktur RS.

Lanjut ke Sinopsis Different Dreams Episode 11-12 Part 2 Drama Korea.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

one × five =