Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 2

Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 2

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net – Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 2, lanjutan cerita sinopsis Different Dreams, Fukuda dan Miki mampir ke kafe untuk minum teh dan makan kue. Miki bertana pada Fukuda, Keluargamu yang lain di Gyeongseong?

Fukuda menjawab dengan kaku, tidak, di rumah, di Jepang. Miki lantas meneguk tehnya dan berkata, Fukuda membosankan.

Miki juga ingin tahun Siapa Young Jin? Fukuda terkejut dengan pertanyaan Miki.

Sementara itu Matsuura dan Daiki menggeledah kelab tempat Hiroshi dan Taro minum semalam.

Mereka mencari botol minum yang diberikan Hiroshi kepada Taro.

Sedangkan Daiki sibuk mencari dibantu oleh para pelayan pria, Matsuura membuka pintu yang ada di depannya dan masuk ke dalam. Beberapa wanita mengintip Matsuura, tapi kemudian mereka lari histeris. Matsuura hanya tertawa melihat tingkah mereka.

Matsuura lantas melihat beberapa botol yang tergeletak di lantai. Ia langsung teriak, memanggil Daiki dan orang diluar dan menyuruh mereka memeriksa itu.

Tak lama, para pelayan itu menemukan kendi yang mereka cari.

Langsung saja, Matsuura menyerahkan kendi itu pada Ishida. Ia berkata, Taro meminum minuman di kendi itu sebelum meninggal dan yang memberikannya adalah Hiroshi. Ishida tegang. Matsuura menyuruh Ishida memeriksa kendi itu.

“Jasadnya sudah dikremasi.” jawab Ishida, menolak.

“Botol ini buktinya. Botol ini belum dicuci, tapi pegawai akan membuktikan dari mana asalnya.” ucap Matsuura.

“Jadi, maksudmu aku harus mencurigai atasanku sebagai pembunuh?” tanya Ishida.

“Kalau ditemukan racun di dalamnya, berarti bukan kecurigaan lagi. Masih bisakah kau bekerja di bawah atasan seperti itu?” ucap Matsuura.

Matsuura kemudian pergi meninggalkannya.

Maru melihat Matsuura pergi bersama Daiki. Setelah itu, ia melihat Ishida yang galau.

Sampai diluar, Daiki tanya kenapa Matsuura terlalu mencurigai Hiroshi.

Majar tiba di Manchuria. Saat melintasi pasar, ia ketakutan melihat beberapa Tentara Jepang.

Majar lalu mampir di sebuah warung. Pas lagi makan, Tentara2 Jepang itu nongol lagi. Sontak, Majar ketakutan dan langsung berhenti makan.

Majar terus menatap ke arah si Tentara Jepang. Melihat gerak gerik Majar yang mencurigakan, Tentara Jepang curiga.

Majar mau pergi, tapi dihentikan Tentara Jepang.

Gwang Sim melihat Majar ditangkap dari kejauhan. Ia pun langsung menyuruh rekannya menginformasikan pada Tae Joon.

Won Bong dan Nam Ok yang berdiri di luar, terkejut melihat rekan mereka kembali sendirian tanpa Gwang Sim dan Majar.

Pria itu memberitahu Tae Joon, bahwa Majar ditangkap Tentara Kwantung.

Won Bong yang mendengar itu langsung menatap Tae Joon.

Tae Joon, Won Bong dan Nam Ok langsung ke gudang senjata. Tae Joon memberikan senjata laras panjang pada Won Bong dan Nam Ok.

Young Jin melihatnya. Nam Ok pergi duluan. Won Bong mengambil dua senjata dan memberikannya pada Young Jin.

Young Jin diam saja.

Saat Young Jin masih diam. Won Bong mengatakan Kapalan di jari telunjukmu memberitahuku kalau kau bisa memakai pistol. Dokter biasa tidak akan memegang pisau seperti itu. Sekarang aku tidak peduli siapa kau. Kau ikut atau tidak? Hanya itu yang aku mau tahu.

Young Jin terdiam, tapi berikutnya, ia menerima senjata itu.

Tae Joon tercengang melihat Young Jin. Young Jin lalu menatap ke arah Tae Joon.

Sekarang, Tae Joon melihat Young Jin pergi bersama Won Bong, Nam Ok dan pasukannya untuk menolong Majar.

Majar menjelaskan pada Tentara Kwantung kalau ia bukan orang yang mencurigakan. Ia bahkan mengaku sebagai orang Rusia dan berbicara menggunakan Bahasa Rusia.

Bersamaan dengan itu, Won Bong cs tiba di warung itu.

Won Bong melihat Majar dibawa oleh Tentara Kwantung dengan badan terikat.

Gwang Sim mengangguk.

Won Bong lantas menatap ke arah Young Jin yang berdiri di belakangnya.

Young Jin menatap Won Bong dengan tegang.

***

Murai dan tentaranya menyerbu markas Tae Joon.

Para pemukim yang bermukim di sana, sontak berlarian menyelamatkan diri.

Istri Tae Joon langsung menggendong putri mereka dan lari ke belakang Tae Joon.

Tae Joon membeku, melihat Murai berjalan ke arahnya. Tae Joon diam.

Seung Jin, Nam Ok, Young Jin, Gwang Sim bersembunyi di semak-semak, tempat tentara kwantung akan melintas. Tak lama, mereka melintas. Seung Jin dan Nam Ok mulai membidik. Tapi Young Jin diam saja. Nam Ok menatap Young Jin dan heran sendiri.

Para tentara Kwantung yang membawa Majar, berhenti sejenak ketika melihat Won Bong mendekati mereka sambil membawa senjata. Pemimpin mereka mengeluarkan tembakan peringatan. Won Bong mengabaikannya dan terus memacu kudanya ke arah mereka.

Won Bong turun dari kudanya dan mendekati Majar.

Salah satu Tentara Kwantung yang sudah terluka, ternyata masih hidup. Ia berdiri dan berniat menembak Won Bong tapi ia keburu ditembak oleh Young Jin.

Young Jin, Nam Ok dan Seung Jin kemudian beranjak mendekati Majar. Majar tambah bingung melihat mereka.

Gwang Sim dan rekannya juga berjalan ke arah Majar. Gwang Sim dan Majar berpelukan.

Murai mengikat Tae Joon di sebuah kursi. Ia tanya, dimana uang itu disembunyikan Tae Joon.

Tae Joon : Tidak ada.

Karena Tae Joon tidak mau bicara, tentara Murai pun melepaskan tembakan ke arah orang2 Tae Joon.

Tae Joon marah, mereka tidak ada hubungannya.

Murai lalu kembali menembaki orang2 Tae Joon yang tersisa.

Setelah itu, Murai mengancam akan membunuh istri dan anak Tae Joon jika Tae Joon tidak mau bicara.

Istri dan anak Tae Joon menangis menatap Tae Joon.

Tae Joon minta lebih baik dirinya dibunuh saja.

Sontak, istri Tae Joon langsung berdiri dan berusaha menyelamatkan putrinya.

Murai dan anak buahnya pun bergegas menghujani istri Tae Joon dengan tembakan.

Istri Tae Joon tewas seketika sambil memeluk erat putri mereka.

Murai kembali menatap Tae Joon.

Tae Joon berkata Mungkin 10 tahun lagi atau 100 tahun lagi, kau akan mendapatkan balasan atas semua tindak kejahatan yang kau lakukan.

Tae Joon kemudian tertawa dan Murai langsung menghabisinya.

Malam harinya, Won Bong cs baru tiba di markas. Mereka heran melihat tidak ada tanda2 kehidupan lagi disana.

Curiga, mereka bergegas masuk dan kaget menemukan orang2 mereka sudah tewas.

Won Bong menemukan tubuh Tae Joon. Ia memeriksanya. Tae Joon sudah tewas.

Mereka syok melihatnya. Seung Jin dan Majar menangisi kematian Tae Joon.

Young Jin mendengar suara putri Tae Joon yang memanggil2 sang ibu dengan suara lemas.

Young Jin pun langsung mencari sumber suara. Won Bong dan yang lain mengikuti Young Jin.

Young Jin menemukan gadis kecil itu berada di bawah pelukan ibunya.

Tangis Young Jin pecah seketika. Ia menangis pilu sembari memeluk gadis kecil itu erat2.

Sementara Won Bong marah besar.

Young Jin dkk membakar jasad teman2 mereka yang tewas dibantai Tentara Gwantung.

Lalu, Young Jin menaburkan abu mereka dari atas bukit.

Di belakang, Won Bong berdiri menatap Young Jin pilu.

Young Jin teringat masa kecilnya, saat orang tuanya dan seluruh rakyat Joseon dibantai Tentara Jepang di depan matanya. Saat Tentara Jepang hendak menebasnya dengan pedang, Hiroshi bergegas melepaskan tembakan peringatan untuk menyelamatkannya.

Hiroshi kemudian mendekati Young Jin. Ia menggenggam tangan Young Jin. Young Jin takut2 menatap ke arahnya.

Young Jin menatap Won Bong dan mulai berpikir.

Roku, agen yang diselamatkan Murai, menghubungi Oda. Ia mengabari kematian Tae Joon. Ia lalu tanya, apa yang harus mereka lakukan pada Young Jin. Ia juga bilang, belum bisa melacak dimana uang itu.

Oda pun menyuruh Roku membiarkan Young Jin.

Lalu, Oda menyuruh seketarisnya, Se Na, memanggil Fukuda.

Won Bong cs sedang membahas rencana mereka untuk membalas dendam atas kematian Tae Joon.

Mereka mulai bergerak.

Majar berkata, ia tak yakin berapa radius ledakan bom itu. Seung Jin pun mengajak Majar pergi.

Nam Ok mengambil senjata. Won Bong tanya, kenapa kali ini Nam Ok tidak menentang idenya.

Selanjutnya di Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 11-12 Part 1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

9 − 3 =