Beranda Sinopsis Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 1

Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 1

Sinopsis Different Dreams Episode 17-18 Drama Korea
Sinopsis Different Dreams

Topnes.net – Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 1, lanjutan cerita sinopsis film drama korea terbaru Different Dreams, Young Jin menaburkan abu dari atas bukit.

Sementara itu Fukuda bertemu Hiroshi. Dia meminta maaf, wajahnya murung karena dia belum bertemu Hiroshi ketika dia kembali dari Shanghai. Dia juga mengatakan tidak ingin menjelaskan dan bersalah karena tidak memperhatikan di Shanghai.

Sementara di Manchuria Utara, Tae Joon dan Young Jin sudah selesai operasi. Tae Joon mengaku sangat terkejut melihat Young Jin disana. Tae Joon lantas menuangkan air ke dalam baskom kecil. Ia mengatakan, dulu, tempat itu jauh lebih buruk.

Mereka awalnya tidak punya air bersih, apalagi alkohol. Tae Joon menyuruh Young Jin mencuci tangan.

Young Jin lalu melihat sekeliling tempat Tae Joon menetap.

Young Jin : Inikah tempatnya? Inikah tempat yang selama ini kau cari setelah semua jalan berkelok itu?

Tae Joon tertegun, tapi kemudian ia tersenyum dan beranjak keluar tanpa membalas kata-kata Young Jin.

Won Bong dan Nam Ok duduk2 diluar bersama Seung Jin dan seorang pejuang wanita.

“Ayo saling memperkenalkan diri. Aku Oh Gwang Sim. Pemimpin Milisi. Aku memimpin milisi skala kecil.” ucap wanita itu.

“Aku Kim Won Bong dari Korps Pahlawan.” jawab Won Bong.

Gwang Sim tertawa. Ia tidak percaya pria di depannya adalah Won Bong.

Seung Jin memberitahu Gwang Sim kalau dia memang Won Bong. Gwang Sim terdiam.

Nam Ok : Omong-omong, aku terkejut. Aku tidak percaya kau memimpin satu milisi semuda itu.

Seung Jin : Kakaknya yang awalnya memimpin milisi itu. Selagi melawan Tentara Murai, dia tertembak dan…

Nam Ok : Maaf.

Gwang Sim : Sisa tentara tetap di kamp, lantas sudah sewajarnya aku menjadi pemimpin mereka. Tapi aku masih kurang dalam banyak hal.

Won Bong : Tentara Murai?

Seung Jin : Itu peleton dari Gwandong yang dikirim ke sini setahun yang lalu. Mereka menjual opium dan morfin pada

warga asli. Lalu bagi para pecandu, peleton itu menjadikan harta keluarga mereka dan keluarga mereka sebagai jaminan.

Nam Ok : Pemimpin mereka bernama Murai?

Seung Jin mengangguk.

Won Bong : Di mana si teknisi bom?

Seung Jin : Dia di maritim dan akan tiba dalam dua hari.

Won Bong lalu melirik Nam Ok.

Won Bong : Kau! Jangan lupa alasanmu di sini. Mengerti? Bersembunyilah sampai si teknisi bom tiba.

Nam Ok : Tiba-tiba begitu? Kalau dia merasa suasana sedikit terlalu serius, dia tiba-tiba menggangguku seperti itu, kemudian…

Seung Jin dan Gwang Sim tertawa.

Tae Joon dan Young Jin keluar. Ia mengajak Won Bong dan Nam Ok makan. Nam Ok senang diajak makan.

Won Bong langsung mengenalkan dirinya pada Tae Joon.

Won Bong : Aku sedang memerlukan sesuatu, karena itu aku datang tanpa pemberitahuan, tapi kami dikuntit. Meski aku sudah berhasil menyingkirkannya, mereka tahu kau di Manchuria.

Tae Joon : Ada alasan di balik setiap pertemuan. Sudah waktunya kita bertemu, karena itulah langit mengizinkanmu datang ke sini.

Won Bong : Kudengar kau memiliki seorang teknisi bom. Aku harus membawanya ke Gyeongseong.

Tae Joon : Kita bicarakan nanti saja. Sekarang makanlah dahulu.

Tae Joon menjamu Young Jin dkk. Nam Ok tidak menyangka, Gwang Sim lah yang memasak semua makanan itu.

Won Bong meneguk airnya dan menatap Young Jin sembari mengingat kata-kata Wol Sung kalau Young Jin adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Won Bong lalu tersenyum pada Young Jin.

Young Jin membalas senyuman Won Bong sambil mengingat kata2 Kim Goo yang ingin ia dekat dengan Won Bong sebagai seorang Lee Young Jin, bukan Bluebird.

Usai makan malam, Young Jin menyendiri diluar. Tae Joon datang dan mengajak Young Jin bicara.

Young Jin : Aku masih tidak mengerti kenapa dia melakukannya. Di antara kita, dialah yang paling rasional. Keluarga yang dikorbankan… Ya, itu memang mengerikan, tapi dia mengurusnya dengan tangannya sendiri, alih-alih membiarkan dia dijatuhi hukuman.

Tae Joon : Ini impianku. Aku berharap putriku akan selalu menyanyi dengan bahasa Korea. Aku berharap tanah tempatnya tumbuh dengan bebas nanti adalah tanah tempat ayah dan kakeknya dikuburkan.

Begitu generasi ini berlalu, begitu juga dengan generasi berikutnya, Joseon bukan lagi tanah di mana rakyat bisa menyanyi dengan bahasa Korea atau membaca buku yang tertulis dengan bahasa Korea.

Apa pun yang terjadi, itulah yang dipaksakan pada kita. Karena penindasan itu, kita akan kehilangan bahasa dan negara kita. Pada akhirnya, generasi selanjutnya akan dikubur di tanah ini.

Won Bong menghela nafas.

Tae Joon : Pimpinan Kim, kau dan Young Jin sudah lama saling mengenal?

Won Bong : Tidak, baru saja. Dia mengatakan sesuatu?

Tae Joon : Bukan apa-apa.

Tentara Murai melintasi bukit yang menuju ke tempat Tae Joon. Mereka lalu berhenti sebentar di depan jasad seorang pria.

Seketaris Oda memberikan data personal agen Konsulat Shanghai yang dibunuh Won Bong di kereta pada Matsuura.

“Dia agen Konsulat Shanghai. Dia di Manchuria. Sedang mengincar Kim Seung Jin.”

“Jadi, beginilah cara si bedebah Oda melakukan sesuatu.” gumam Matsuura

“Ada satu lagi. Putri angkat Direktur Hiroshi, Lee Young Jin. Dia juga di Manchuria.”

Mendengar itu, Matsuura pun tertawa. Tapi beberapa saat kemudian, ia menggebrak meja saking kesalnya.

Matsuura kembali ke kantornya dan memberi perintah pada anak buahnya.

“Mulai hari ini, tim ini disebut Tim Satuan Tugas Khusus. Kita akan menginvestigasi teroris dan kaki tangan mereka. Awasi rumah Kim Seung Jin dengan dua jadwal jaga. Catat semua surat yang didapatnya, kliennya, dan yang dilakukannya setiap hari. Kalau dia melakukan sesuatu yang tidak biasa, langsung laporkan padaku.

Daiki : Direktur rumah sakit Kantor Gubernur Joseon meninggal.

Matsuura kaget, apa penyebabnya?

Daiki : Dia meninggal saat tidur, tapi mereka tidak mau mengautopsinya.

Matsuura : Dia mengidap penyakit apa?

Daiki : Kudengar dia mengidap masalah jantung, tapi bukankah tetap saja aneh? Kenapa mereka tidak mau mengautopsi direktur itu?

Matsuura : Bukankah itu berarti Hiroshi menjadi direktur berikutnya?

Daiki : Mungkin itu perayaan lebih cepat, tapi mereka berdua mabuk-mabukan semalam sebelumnya.

Won Bong dan Nam Ok melihat markas milisi bersama Gwang Sim dan Seung Jin. Gwang Sim berkata, suatu saat nanti ia akan ke Shanghai.

Seung Jin : Setidaknya di sini musuh kita terlihat. Di Shanghai, banyak yang diam-diam mengawasimu. Bukan tempat tinggal yang baik.

Gwang Sim : Di sini sama saja. Tentara Kwantung sangat mengganggu hingga beberapa warga pindah.

Won Bong : Memang apa yang mereka lakukan?

Gwang Sim : Katanya mereka memantau rel kereta dan membantu penduduk Jepang, tapi mereka diam-diam menjual opium dan membunuh pejuang kemerdekaan.

Gwang Sim lalu tanya soal orang yang menguntit Won Bong. Ia takut itu akan menimbulkan masalah ke mereka.

Murai menyelamatkan pria itu.

Pria itu siuman dan terkejut. Sesaat kemudian, ia berusaha bangun. Murai yang melihat itu, menyuruh pria itu diam supaya luanya tidak terbuka lagi.

Murai lalu memperkenalkan dirinya sebagai Kapten Tentara Gwantung.

Murai : Aku tahu kau orang Konsulat Jepang di Shanghai. Kenapa kau di Manchuria?

“Aku dikirim Kantor Gubernur Joseon. Aku mencari Yoo Tae Joon. Dia yang bertanggung jawab atas dana Joseon yang diberikan Komintern.”

Murai terkejut. Lalu ia tanya jumlah dana itu. Pria itu diam.

Murai lalu mengambil pistolnya dan mendekati pria itu.

Murai : Kalau bukan karena aku, kau sudah mati di luar sana.

Pria itu memberitahu jumlah dana yang dipegang Tae Joon.

“Setidaknya 1.500 dolar atau sekitar 6.000 dolar.”

Murai sontak kaget.

Young Jin masuk ke ruangan tempat penyimpanan barang2 Tae Joon. Ia memeriksa barang2 Tae Joon satu per satu.

Terakhir, ia menemukan sebuah koper hitam yang terkunci. Young Jin mengeluarkan pisaunya dan mencoba membuka koper itu.

Tapi tiba, ia menyadari kehadiran seseorang. Langsung saja, ia mengambil tindakan. Ia bersiap menikam orang itu tapi tangannya langsung berhenti melihat orang itu adalah Won Bong. Won Bong menatap tajam Young Jin.

“Kau mencari uang itu?” tanyanya. Young Jin terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Won Bong kemudian mengambil pisau Young Jin dan mengajak Young Jin pergi.

Nam Ok, Seung Jin dan Gwang Sim sedang main2 diluar.

Young Jin yang berdiri di depan jendela, melihat mereka, tertawa melihatnya.

Won Bong yang duduk di depan meja, memperhatikan Young Jin.

Young Jin mengaku ingin tahu kenapa Korps Pahlawan meninggalkan pemerintah sementara.

Won Bong mengatakan Kehancuran dimulai dari dalam. Masyarakat Seobuk versus Masyarakat Gihoheung. Lee Seung Man versus An Chang Ho. Kim Goo versus Lee Dong Hui.

Young Jin Karena itulah semuanya pergi dan yang tersisa hanyalah Kim Goo.

Won Bong : Dialah yang memicu perselisihan itu. Uang yang kau cari itu… Karena uang itulah aku kehilangan temanku di tangan agen itu. Dengan 12 kali tembakan.

Young Jin : Aku berharap Tae Joon dan keluarganya aman. Tolong bujuk dia untuk pergi ke Shanghai.

Won Bong marah dan mendekati Young Jin.

Won Bong : Kau andal dalam memakai pisau. Sebenarnya siapa kau? Kalau mau bekerja sama, tidak boleh ada rahasia.

Young Jin : Aku hanya seorang dokter.

Won Bong : Hanya itu?

Young Jin : Ya.

Young Jin memakaikan kaus kaki ke anak Tae Joon. Young Jin bilang, gadis kecil itu tidak akan sakit kalau memakai kaus kaki.

“Kakak akan tinggal di sini?” tanya anak Tae Joon.

“Aku? Entahlah.” jawab Young Jin, lalu tertawa manis.

Tae Joon tersenyum melihat interaksi mereka.

Kemudian, istri Tae Joon membawa gadis kecil mereka pergi.

Young Jin pun duduk di ayunan, yang diduduki gadis kecil tadi.

Tae Joon : Ada 86 partai gerakan kemerdekaan yang diketahui. Aku pernah berharap pada pemerintah sementara di Shanghai.

Young Jin : Aku yakin mereka akan bekerja sama dan menjadi lebih kuat. Aku tidak mau membela mereka, tapi ada satu hal yang pasti. Perubahan akan terjadi. Aku sadar diplomasi saja tidak bisa memerdekakan kita.

Tae Joon : Pemimpin Kim ingin aku ke Shanghai bersamanya. Itu idemu, bukan?

Young Jin : Aku mau kau bertemu dengan Kim Goo. Lalu kalau mungkin, mendapat perlindungan pemerintah sementara. Setelahnya baru pikirkan soal uang itu.

Tae Joon pun berdiri.

Tae Joon : Kita berangkat begitu Majar tiba. Aku akan memercayaimu.

Young Jin berdiri dan langsung tersenyum mendengarnya.

Dari kejauhan, Won Bong memperhatikan mereka dengan wajah penasaran.

Fukuda sampai di kantornya. Saat tengah berjalan di lobby, menuju ruangannya, ia dicegat Miki.

Fukuda awalnya bingung siapa Miki, tapi kemudian ia ingat siapa Miki.

Flashback…

Paginya, setelah mabuk-mabukkan semalam, Fukuda terbangun.

Miki yang duduk di depan meja rias, menyaa Fukuda.

Fukuda sontak kaget mengetahui ia ada di satu ruangan dengan seorang wanita. Ia pun cemas, kalau semalam, ia melakukan yang tidak2 ke Miki saat lagi mabuk.

Miki : Kau tidur seperti bayi, pulas sekali.

Fukuda yang malu, minta maaf dan langsung pergi.

Miki : Kita perlu bertemu lagi, Jaksa Fukuda.

Fukuda kaget, dan kemudian langsung pergi.

Miki tersenyum, manis sekali.

Flashback end…

Teringat itu, Fukuda pun jadi malu lagi. Miki tersenyum dan menatap wajah Fukuda dari jarak dekat.

Selanjutnya di Sinopsis Different Dreams Drama Korea Episode 9-10 Part 2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eight + twelve =