Beranda Sinopsis Sinopsis Abyss Drama Korea Episode 3

Sinopsis Abyss Drama Korea Episode 3

Sinopsis Abyss Episode 10 Drama Korea
Drama Korea Abyss

Topnes.net – Sinopsis Abyss adalah drama korea yang ditayangkan oleh tvN Episode 3, cerita episode sebelumnya Park Gi Nam masuk ke rumah dr. Oh. Dari belakang, dr. Oh yang sudah berubah wujudnya jadi Pak Tua yang menatapnya tajam.

Lanjutan sinopsis Abyss Drama Korea Episode 3, Min merebut foto Oh Yeong Cheol dan memperhatikannya. Wajahnya tampak terkejut.

Park Gi Nam masuk ke rumah dr. Oh. Dia melihat-lihat apa yang ada di rumah itu dan tertarik melihat sebuah entah apa. Saat dia akan menyentuh benda itu, tiba-tiba tangan dr. Oh menghentikannya.

Beberapa mobil polisi melaju di jalan raya. Det. Park menyuruh det. Cho yang menyetir agar bergegas.

Sementara di ruangannya, Ji Wook mendapatkan sebuah fax. Dia sedang memikirkan pesan dari det. Park barusan.

Pak, kami dapat identitas tersangka kasus pembunuhan Eomsan-dong. Sebelum jaksa Ko tiada, dia minta cek jadwal libur dokter Oh Yeong Cheol. Hampir cocok dengan tanggal kasus. Kami memeriksanya lebih dalam. Bukan hanya itu yang mencurigakan. Kami segera pergi. Jadi tolong segera datang dengan surat perintah.

Ji Wook mengambil kertas fax yang ternyata berisi profil dr. Oh.

Mobil polisi berhenti di sebuah gang. Det. Park memberi perintah untuk mematikan sirine.

Se Yeon masih melihat-lihat ruangan Park Gi Nam. Sementara Min sepertinya masih syok setelah tahu kalau dia membuat seorang pembunuh berantai hidup kembali.

***

Det. Choi berusaha menghubungi Ji Wook namun tidak di angkat. Det. Park memutuskan untuk bergerak sendiri. Dia turun dari mobil dan memencet bel rumah dr. Oh tapi tidak ada respon.

Sementara di dalam rumah, tampak sebuah tangan terluka menjulur dari balik sofa.

Tiba-tiba pintu pagar terbuka. Ketika det. Park dan det. Choi hendak masuk, tiba-tiba Ji Wook datang membawa surat perintah.

Min dan Se Yeon turun dari taksi. Sepertinya mereka menuju rumah Oh Yeong CHeol. Min menarik tangan Se Yeon yang berjalan terburu-buru.

Ji Wook masuk ke rumah Oh Yeong Cheol bersama det. Park dan det. Choi. Mereka terkejut saat melihat Oh Yeong Cheol merangkak di lantai dan meminta tolong. Det. Park segera menyuruh det. Choi memanggil ambulans. Dia sendiri segera memeriksa rumah itu.

***

Det. Park menatap Min dari kaca spion. Se Yeon segera menjawab dengan cepat kalau Min adalah paralegal di firma hukumnya.

Se Yeon angkat bicara. Baik Se Yeon atau Min, keduanya tampak jengah mendengar curhatan cinta dari Det. Park.

Se Yeon bingung sendiri mnghadapi det. Park.

Det. Park malah menyentil kepala Se Yeon sampai Se Yeon teriak kesakitan. Min sampai kaget melihatnya.

Mereka sampai di Rumah Sakit Bugyeong. Se Yeon dan Min langsung buru-buru turun. Min meraih tangan Se Yeon dan berbisik padanya.

Det. Park tiba tiba datang lalu menyuruh Se Yeon menunggu sementara dia akan memeriksa korban dan segera keluar untuk makan malam bersama Se Yeon. Se Yeon membujuk Det. Park agar bisa ikut karena ada yang harus dia periksa.

Se Yeon menghampiri det. Park yang baru keluar dari ruang rawat Oh Yeong Cheol. Det.

Park Gi Nam sendiri sedang bersembunyi agar tidak terlihat polisi. Sepertinya dia masih berada di sekitar rumah Oh Yeong Cheol. Dia juga tampaknya terluka. Park Gi Nam mengingat kejadian tadi.

Saat dia melihat isi cangkir, di dalamnya ada liontin putih berbentuk hati milik putrinya. Tentu saja dia terkejut.

Tiba-tiba Oh Yeong Cheol menikam perut Park Gi Nam. ”

Park Gi Nam sontak terhenyak.

Di rumah sakit, Oh Yeong Cheol mengaku pada det. Park kalau Park ki Nam beralasan ingin numpang kamar mandi tapi setelah masuk Park Ki Nam malah menusuknya. Se Yeon masuk tapi langsung keluar lagi karena mendapat telepon dari Cha Min. Oh Yeong Cheol tampak memperhatikannya.

Ternyata Cha Min menelepon untuk menanyakan nomor kamar Oh Yeong Cheol karena sepertinya dia tersesat. Eh tiba-tiba bola abyss menyala dan memanas tepat saat Cha Min melewati kamar mayat.

Min menggerutu pada bola obyss-nya. Tapi bola abyss menjadi semakin panas sampai Cha Min terpaksa meletakkannya di lantai.

Ji Wook bertanya apa Cha Min tidak apa-apa.

Di saat Cha Min bingung mau menjawab apa, tiba-tiba Se Yeon datang. Niatnya mau menghampiri Min, tapi malah Ji Wook yang menghampirinya karena menganggapnya sebagai Mi Do. Seketika Se Yeon ingat saat dia pingsan di depan Ji Wook tempo hari.

Se Yeon manggut-manggut. Dia beralasan kalau dia pingsan karena sering mengalamai vertigo dan pusing.

Ji Wook menunjuk Min yang berdiri di kejauhan kaya orang hilang.

Se Yeon menjentikkan jarinya memanggil Min. Begitu Min mendekat, Se Yeon langsung mengeluh dengan suara pelan. Mereka lalu pamit pada Ji Wook dengan alasan akan mengunjungi klien.

Begitu hilang dari pandangan Ji Wook, Se Yeon langsung mendorong Min dan memukulinya dengan dompet.

Min tidak menggubrisnya. Dia menunjukkan bola abyss-nya.

Se Yeon ikutan panik. “Apa dia melihat bolanya?”

Beberapa saat kemudian, Se Yeon mendorong Min masuk ke kamar mayat dimana keluarga pasien sedang menangisi kepergian si mayat. Min mau tidak mau berakting seolah dia juga kehilangan. Dia menangis sambil memanggil.

Tapi Min malah di bawa keluar oleh dua dokter yang bertugas. Dia memanggil Se Yeon minta dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Se Yeon malah ngeloyor pergi sambil pura-pura menelepon. Min jelas kesal melihatnya. Se Yeon ini lempar batu sembunyi tangan.

Park Ki Nam pulang ke rumahnya dengan langkah tertatih-tatih. Sepertinya dia sadar ada yang mengintainya. Tapi dia tetap bersikap tenang dan masuk ke rumah. Det. Park dan det. Choi yang sedari tadi mengintai dari dalam mobil, segera turun.

Det. Park dan Det. Choi mengejarnya tapi mereka kehilangan jejak Park Ki Nam.

Min ngambek pada Se Yeon. Se Yeon yang sedari tadi mengikutinya cuma bisa cengengesan.

Se Yeon memegang lengan Min. Se Yeon terus menghalangi jalan Min.

Min menghempaskan tangan Se Yeon karena kesal. Se Yeon pantang menyerah. Dia masih terus mengikuti dan merayu Min agar jangan marah. Tapi tiba-tiba det. Park menarik tangannya sampai membuatnya kaget.

Det. Park kesal. Lebih tepatnya sih kayaknya dia cemburu sama kedekatan Min dan ‘Mi Do’.

Ji Wook menelepon det. Park mengajak ketemuan di lantai pertama. Se Yeon langsung nguping. Begitu tahu Ji Wook yang menelepon dia langsung mengajak Min pergi. Det. Park menarik tangannya tapi Min nggak mau kalah. Dia menarik tangan Se Yeon dan beralasan kalau Se Yeon banyak kerjaan. Tentu saja Se Yeon milih Min. Det. Park menarik tangan Se Yeon lagi.

Se Yeon melepaskan pegangan tangan det. Park.  Min tersenyum lalu memelototi det. Park.

Min tidak peduli. Dia menyeret Se Yeon pergi. Se Yeon sih setuju aja. Dia mengingatkan det. Park untuk mengabarinya kalau ada petunjuk baru dari Oh Yeong Cheol!

JI Wook menghampiri det. Park yang masih memandangi kepergian Se Yeon. Dia lega karena luka ‘ayah’ Oh Yeong Cheol tidak parah sehingga sudah bisa pulang. Det. Park mengutarakan kalau ada yang aneh. Katanya saat memeriksa berkas Oh Yeong Cheol, tertulis kalau dia itu yatim piatu.

Se Yeon dan Min sedang makan di restoran ‘makan barbeque sepuasnya’. Se Yeon seperti biasa makan dengan lahap. Dia sampai menjatuhkan makanannya ke baju. Min melepas celemeknya lalu memakaikannya pada Se Yeon. Dia menggerutu karena Se Yeon mentraktirnya makan daging impor alih-alih makanan enak.

Tapi Min bingung tidak tahu cara mengambil makanannya. “Satu makanan satu piring?”

Se Yeon mengajari Min meengambil makanan apa saja yang dia mau. Seorang pelanggan pria menghampiri Se Yeon dan minta tambahan makanan untuk mejanya. Se Yeon kesal karena dianggap pelayan. Sementara Min tersenyum puas melihatnya.

Se Yeon melepas celemeknya. Dia memakaikan celemek itu pada Min lagi.

Pelanggan lain minta Se Yeon membawakan minuman. Se Yeon langsung melotot. “Aku ini pelanggan!”

Park Ki Nam membalut luka di perutnya di toilet. Dia lalu membeli tiket kereta jurusan Jecheon dengan kartu kredit. Sepertinya itu untuk mengecoh polisi karena kemudian dia beli tiket secara manual dengan jurusan Chuncheon.

***

Ji Wook mengendarai mobilnya. Dia menuju Yangpyeong. Di kertas fax yang dia terima, terlihat nama ayah Oh Yeong Cheol adalah Oh Sheong Cheol.

Min memapah pulang Se Yeon yang mabuk dan terus meracau panjang lebar.

Mereka berdua malah jatuh ke kasur. “Aku pusing,” keluh Se Yeon.

Se Yeon menyadarkan dirinya. Se Yeon memukul kepalanya sendiri. Sadarlah! Begitu Min datang, Se Yeon langsung pose lagi.

***

Park Ki Nam berjaan tertatih di tengah hutan. Dia menelepon rumah sakit perihal pria berusia 70 tahunan yang dibawa ke IGD.

Park Ki Nam langsung memutus sambungan telepon dan tersenyum. Padahal si resepionis belum selesai bicara karena ada dua pasien pria 70 tahunan.

Se Yeon keluar kamar karena haus. Dia memeriksa kamar Min tapi Min belum pulang.

Min sendiri baru turun dari taksi di Chuncheon Sky Memorial Park. Dia bersiap dengan sebilah kayu di tangannya. Min menjerit kaget saat ada kucing lewat.

Min mengeluh karena harus mencari kuburan Park Mi Jin di tempat yang sangat luas itu. Tiba-tiba Min mendengar suara orang kesakitan.

Park Ki Nam merintih menahan sakit di depan makam Park Mi Jin. Dari mulutnya keluar darah segar. Dia menyentuh nisan anaknya.  Park Ki Nam menangis.

Park Ki Nam menuang minuman (racun kayaknya) ke gelas dan hendak meminumnya tapi tangannya di tendang oleh Min.

Beberapa saat kemudian, Park Ki Nam sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Chuncheon. Beruntung dia masih bisa diselamatkan. Min menungguinya sampai dia sadar. Begitu Park Ki Nam sadar, Min langsung mengacungkan kayu yang sejak semalam dia bawa dan menyuruh Park ki Nam agar tidak bertindak ceroboh.

Min bertanya pada Park Ki Nam apa dia yang membunuh Se Yeon. Park Ki Nam menatap Min.

***

Oh Yeong Cheol masuk ke sebuah ruangan sambil membawa sebuah kotak. Di dalam ruangan itu masih ada pintu lagi. Dia masuk ke dalamnya dan menghampiri Hee Jin yang meringkuk di lantai dengan kaki dan tangan diikat dan tubuh penuh luka. Oh Yeong Cheol menyentuh lukanya.

Oh Yeong Cheol menutup mulut Hee Jin dengan kain lalu mengambil peralatan jahitnya dari dalam kotak dan menjahit luka di bahu Hee Jin.

Ji Wook bertanya tentang keberadaan Oh Seong Cheol. Tapi ahjussi menjawab kalau dia sudah lama meninggal. Kira-kira lima tahun yang lalu dan Oh Yeong CHeol bahkan tidak datang saat ayahnya meninggal. Ji Wook tertegun mendengarnya.

Det. Choi sedang berjaga di depan rumah Oh Yeong Cheol bersama seorang rekannya. Tahu-tahu Oh Yeong Cheol mengetuk kaca mobilnya dan memberikan sebotol teh hangat untuk mereka. Dia berkata kalau ‘putranya’ memang pernah salah di tuduh dan di tahan. Det. Choi beralasan kalau mereka berjaga bukan untuk Oh Yeong Cheol tapi demi perlindungan saksi kalau-kalau Park Ki Nam datang kembali. Melihat Oh Yeong Cheol membawa ransel, det. Choi bertanya dia mau kemana.

Se Yeon sedang berdua dengan det. Park di kafe saat Min meneleponnya. Dia mengangkat telepon dan menjauh dari det. Park.

Se Yeon menutup teleponnya lalu menyuruh det. Park meminum minumannya.

Det. Park bertanya pada Se Yeon kenapa dia menyelidiki Park Ki Nam dan Oh Yeong Cheol.

Det. Park menatapnya tajam. Se Yeon berusaha membujuk det. Park.

Det. Park menghela nafas. Det. Park menyentil kepala Se Yeon beberapa kali.

Det. Park melihat jari Se Yeon yang terluka lalu dengan sigap memplesternya. Dia lalu mengajak Se Yeon ikut ke Jecheon karena dia menemukan Park Ki Man membeli tiket kesana pagi ini. (maaf ternyata bukan Park Ki Nam tapi Park Ki Man, hehe)

Se Yeon dapat sms dari Min yang menyuruhnya segera ke Rumah Sakit Chuncheon karena dia sudah menemukan Park Ki Man.

Min sedang menunggu balasan dari Se yeon sambil cengar-cengir sendiri. Tapi apa balasan Se yeon? Se Yeon dan det. Park sudah bersiap di mobil. Se yeon kaget saat melihat pesan gambar dari Min. Dia lalu memberitahu Park Ki Man bukan di Jecheon tapi Chuncheon.

***

Min keluar dari ruang rawat untuk mengangkat telepon dari Se Yeon.

Min mematikan telepon saat perawat membawa Park Ki Man keluar untuk cuci darah. Kali ini perawat lebih berani dengan meminta nomor telepon Min. Min yang baik hati dan tidak sombong pun menurut saja.

Det. Park menyarankan untuk memanggil tim. Tapi Se Yeon bilang nanti saja karena ada yang perlu dia selidiki lebih dulu. Mau tidak mau det. Park pun menurut.

Det. Choi melihat mobil Ji Wook berhenti di depan rumah Oh Yeong Cheol. Ji Wook turun dengan tergesa-gesa. Dia memencet bel berkali-kali. Dan anehnya, karena tidak sabar, dia hendak memencet sandi pintu. Tapi urung dilakukannya karena det. Choi memanggilnya. Dia bilang tidak ada orang di rumah karena ‘ayah’ Oh Yeong Cheol sedang ganti perban di rumah sakit.

Oh Yeong Cheol sudah berada di depan ruangan Park Ki Man. Melihat ruangannya yang kosong, dia bertanya pada perawat yang lewat. Perawat memberitahunya kalau Park Ki Man sedang diendoskopi dan menyuruhnya menunggu.

Se Yeon dan det. Park baru sampai di rumah sakit. Det. Park menunjuk Min yang sedang menunggu di lobi. Se Yeon segera berlari menghampiri Min.

Min menatap det. Park sebentar lalu berbisik pada Se Yeon.

Det. Park tentu saja kepo.

Kesempatan Min buat pamer. Min menyentuh dada det. Park. Kontan det. Park langsung menyingkirkannya. “Berikan hatimu dan kamu akan tahu.”

Bertiga, mereka masuk ke ruang rawat Park Ki Man. Tapi perawat memberitahu mereka kalau Park Ki Man sedang jalan-jalan karena tadi ada yang menemuinya. Semuanya tertegun. Mereka lalu memeriksa kamera keamanan. Mereka mendapati Oh Yeong Cheol yang memakai kerudung jaketnya sedang mendorong Park Ki Man yang duduk di kursi roda.

Min menceritakan kalau Park Ki Man bilang dia hanya membunuh Oh Yeong Cheol. Sedang yang membunuh Se Yeon adalah Oh Yeong Cheol. Min memberikan id card Se Yeon yang dia dapatkan dari Park Ki Man. Min lalu menyerahkan sampel darah yang pernah dikirim Oh Yeong Cheol pada det. park.

Det. park jelas bingung.

Saat ini Park Ki Man sedang tidak sadarkan diri di dalam taksi bersama Oh Yeong Cheol. Supir taksi bertanya kenapa Oh Yoeng Cheol mau membawa anaknya ke rumah sakit lain.

Se yeon memaksa mengemudikan mobil det. Park untuk mencari Oh Yeong Cheol yang dia yakini berada di tempat pertama kali Oh Yeong cheol ditemukan. Dia menyetir kebut-kebutan sampai-sampai det. Park ketakutan.

Ji Wook menelepon det. Park untuk memberitahu kalau Oh Yeong Cheol membunuh lagi. Jelas det. park kaget.

Oh Yeong Cheol mengemudi sendiri taksi yang tadi. Dia berhenti di gang tempat tinggal Se Yeon lalu memapah Park Ki Man. Park Ki Man yang ternyata sudah sadar berusaha mencekik Oh Yeong Cheol dan menyudutkannya ke tembok. Oh Yeong Cheol melawan hingga Park Ki Nam menjatuhkannya ke jalanan. Diam-diam Oh Yeong Cheol mengambil pisau di sakunya lalu menusuk perut Park Ki Man berkali-kali tanpa ampun.

Min memimpin jalan menunjukkan tempat dimana dia pernah menemukan Oh Yeong Cheol yang sedang sekarat. Awalnya det. park tidak percaya pada Min. Tapi kemudian Ji Wook meneleponnya dan memberitahukan keberadaannya.

Park segera pergi mencari keberadaan Oh Yeong Cheol.Se Yeon mendekati Park Ki Man yang sedang sekarat.

Min melihat kepergian Ji Wook dan det. Park. Mereka terlihat berpencar. Sekilas Ji Wook melihat orang mirip Oh Yeong Cheol tua berjalan di gang sebelah.

TKP sudah ramai oleh petugas dan warga yang ingin menonton. Petugas ambulans datang membawa Park Ki Man. Min memperhatikan Park Ki Man yang berusaha mengucapkan sesuatu.

Se Yeon mengajak Min ikut ambulans. Tapi Min malah memanggil Hee Jin dan mengejar Hee Jin yang pergi. Se Yeon pun jadi mengikutinya.

***

Ji Wook masih mengejar Oh Yeong CHeol. Dia sempat terjatuh karena pembatas jalan yang sengaja dipasang OhbYeong Cheol. Mereka akhirnya berhenti di depan tanjakan. Mungkin Oh Yeong Cheol yang tuwir merasa nggak sanggup kabur lagi.

tentu saja kaget melihatnya. “Sedang apa kamu di sini?”

Selanjutnya di Sinopsis Abyss Drama Korea Episode 4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

17 + 19 =